INIPSTI.Com, Makassar – Ada yang menarik dari program Sile Canada yang masih perlu untuk dilanjutkan, yakni mampu mendekatkan kampus dengan masyarakat serta dengan pemerintah. Hal ini dirasakan selama kurang lebih lima tahun proyek Sile ini berjalan di Kementerian Agama RI di dua perguruan tinggi, yakni UIN Alauddin Makassar dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Karena program kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat ini dianggap berjalan dengan sangat baik, maka Dirjen Kementerian Agama RI, Prof Dr H. Nur Syam, M.Si, saat membuka Konferensi Internasional di UIN di Lantai 8 Kantor Gubernur Jatim ini, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dia sangat berharap program Sile Canada di Indonesia ini masih perlu dilanjutkan dan lebih ditingkatkan lagi kualitasnya.
Dikatakan, program ini sedapat mungkin dapat menjangkau lebih luas lagi, tidak hanya UIN Alauddin Makassar dan UIN Sunan Ampel Surabaya saja, tetapi perguruan tinggi Islam lainnya juga dapat disentuh. Menurutnya kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan model kolaborasi adalah kunci pembangunan berkelanjutan.
Dikatakan Nur Syam, program kerjasama perguruan tinggi dengan masyarakat sangat bermanfaat bagi pengembangan institusi kedepan serta pengembangan SDM dan peran masyarakat dalam pembangunan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi dilakukan sejak tahun 1970-an melalui kegiatan KKN dan ini sangat didukung oleh pemerintah. Tujuan KKN ini dilaksanakan untuk mendidik masyarakat secara mandiri melakukan perubahan.










