INIPASTI.COM, MAKASSAR – Munculnya wacana yang dikeluarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo meminta sejumlah bandara di Indonesia diserahkan kepada swasta.
Luhut pun menirukan pernyataan Jokowi untuk memprivatisasi bandara di Indonesia. “Itu lapangan terbang, Pak Luhut kasihkan saja. Seperti Silangit, Jakarta, Bangka Belitung, kasih privatisasi saja. Siapa yang masuk, asal hitungannya jelas.” Katanya, seperti yang dikutip dari Antara.
Bahkan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bandara menjadi salah satu ladang investasi menarik di mata investor asing. Menurutnya, infrastruktur bandara di Indonesia punya potensi secara bisnis karena kuatnya permintaan domestik besarnya pasar di Tanah Air.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, (Bappeda) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan, jika sejak awal Menteri Bappenas menyarankan agar proyek-proyek infrastrktur yang prospektif sebaiknya ditawarkan saja kepada swasta untuk membiayainya.
“Dengan melibatkan swasta maka untuk membiayai tidak lagi berharap pada APBN yang jumlahnya terbatas, dan dapat diarahkan membiayai proyek infrastruktur yang secara bisnis tdk terlalu menjanjikan,” kata Jufri, Senin (5/2/2018)
Ia pun menyebutkan selain proyek bandara sebenarnya yang cukup berpotensi dimasuki swasta adalah proyek Kereta Api dan Pelabuhan, ” Saya kira cocok kalau dibangun oleh swasta,” ujarnya
Namun, Jufri menyebutkan untuk proyek-proyek tersebut karena ini proyek startegis nasional maka tentu berhubungan dengan pemerintah pusat ketika ingin terlibat dalam pembangunan tersebut.
Seperti diketahui untuk Bandara sendiri, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki bandara yang khusus untuk penerbangan pesawat kecil atau perintis, beberapa diantaranya mulai didarati pesawat dari maskapai penerbangan.
Sebutnya, Bandara Pongtiku di Toraja, di mana saat ini Pemerintah sedang berupaya membangun satu bandara lagi, yaitu Bandara Buntu Kunik di Mangkendek, awalnya pengerjaannya sempat terkendala karena masalah lahan dan anggaran, tapi setelah pusat menyetujui anggarannya. Lalu ada Bandara Andi Jemma yang terletak di kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara dan Bandara Bua, ibu kota Belopa, Kabupaten Luwu.
Untuk proyek Kereta Api sendiri, saat ini terus dikerjakan pembangunannya dan ditargetkan rampung pada 2018.
(Iin Nurfahraeni)










