INIPASTI.COM, MAKASSAR– Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada Jum’at 29 Januari 2021. Tidak seperti pelaksanaan rapat umum di tahun sebelumnya, pelaksanaan RUPS kali ini harus dilakukan secara daring karena kondisi Pandemi Covid-19.
“RKAP ini sudah resmi disahkan dan sudah bisa dilaksanakan sebagai landasan kerja selama satu tahun kedepan” kata Maalun Lamau selaku Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan PTPN XIV, Selasa (09/02/2021).
Pelaksanaan RUPS ini dihadiri oleh Direksi, Komisaris, Holding Perkebunan Nusantara dan Kementrian BUMN sebagai pemegang Saham.
“Penyampaian RKAP PTPN XIV dihadiri oleh PTPN III (Holding PT Perkebunan Nusantara) sebagai pimpinan rapat dan juga Asisten Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan sebagai perwakilan dari Kementrian BUMN”, ujarnya Selasa (09/02/2021).
Penyampaian RKAP 2021 pada RUPS tidak begitu detail, karena proses penyusunan RKAP 2021 PTPN XIV sebenarnya sudah disusun sejak November 2020 lalu.
“RKAP ini sudah disusun mulai 3 bulan lalu, sehingga tidak terlalu banyak perubahan. Penyampaiannya juga tidak terlalu detail, karena RKAP ini sudah dikonsultasikan ke Direksi, Holding, Kementerian BUMN dan telah mendapat koresksi sebelumnya”, sambung Maalun Lamau, Selasa (09/02/2021).
Pada penyampaian RKAP tahun 2021, PTPN XIV akan lebih fokus pada komoditas kepala sawit, dimana produksi CPO tahun lalu naik 12.000 ton. Ditambah lagi dengan adanya upaya pemanfaatan lahan HGU menjadi lebih maksimal, PTPN XIV sangat optimis mampu mencapai target RKAP tahun ini.
Dari segi keuangan, pendapatan diproyeksikan akan meningkat menjadi 1,1 Triliyun Rupiah dibandingkan dengan hasil penjualan tahun lalu yang mencapai 851 M.
“Pencapaian di tahun ini ditargetkan meningkat sebesar 15%, dari pendapatan tahun lalu sebesar 851 Milyar menjadi 1,1 Triliyun Rupiah. Manajemen sangat optimis untuk mencapai angka tersebut, namun dari segi finansial, ini akan sangat sulit. Dimana EBITDA dan Cashflow yang rendah sehingga kemampuan finansial kita saat ini masih sangat terbatas. Jadi tergantung dari harga pasar nantinya”, kata Maalun Lamau saat dihubungi melalui telepon, Jum’at (05/02/2021)
Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham bukan hanya sekadar rutinitas setiap tahun, tetapi hal tersebut merupakan kewajiban dari pusat dan sebagai tanggung jawab perusahaan kepada para pemegang saham.
Harapannya PTPN XIV mampu dan tetap optimis mendapatkan dana PEN sebagai fasilitas pinjaman rendah (bunga 2%) dalam jangka waktu 10 tahun. Ini adalah pengungkit bagi PTPN XIV untuk keluar dari kondisi sulit ini.
Maalun mengungkapkan bahwa PTPN XIV sangat optimis dengan adanya kebijakan baru dari pusat terkait transformasi keuangan PTPN Group yang akan mengurangi beban keuangan dan angsuran yang perlu dibayarkan oleh perusahaan setiap tahunnya.
“Sebagai kebijakan dari Holding PTPN III, Transformasi Keuangan melalui penandatanganan Master Amendment Agreement (MAA) harus dilaksanakan oleh PTPN XIV. Walaupun belum sepenuhnya bisa terasa secara langsung saat ini, namun kemajuan ini mampu memberikan perubahan signifikan dan PTPN XIV tetap optimis akan hal tersebut”, ujarnya, Selasa (09/02/2021).
“Rencananya, kita akan memperoleh bantuan dari dana PEN” kata Maalun, Selasa (09/02/2021).
Program PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap keuangan dalam negeri dengan menyuntikkan sejumlah dana, salah satunya kepada PTPN. Dana ini akan dimanfaatkan sebagai fasilitas pinjaman rendah (2%) dalam jangka waktu 10 tahun.
Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN XIV, Andi Wardi Samad SP berharap target tahun 2021 dapat tercapai dengan sinergi yang kuat semua karyawan.
“Saya harap semua karyawan yang juga anggota SPBUN menjalankan nilai nilai AKHLAK. Sehingga target tahun 2021 dapat dicapai dengan saling sinergi dan kolaboratif menghadapi masalah dan tantangan yang semakin kompleks. Implementasi value AKHLAK tersebut kami yakin perusahaan akan sehat dan karyawan semakin sejahtera sesuai motto serikat pekerja Perusahaan Sehat Karyawan Sejahtera,” ujar Wardi Samad, Selasa (09/02/2021).
RUPS PTPN XIV tahun ini ditutup dengan arahan dari pemegang saham yang sangat normatif. Dimana Direksi dan Komisaris dihimbau agar saling bahu-membahu dalam mencapai target yang telah ditetapkan pada RKAP 2021.










