INIPASTI.COM, SINJAI – Puluhan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sinjai menyatakan mengundurkan diri sebagai kader, akibat buntut dari kekecewaan atas keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel, menetapkan Mappahakkang sebagai ketua dan Hamzah Rahim sebagai sekretaris.
Hal ini disampaikan salah seorang formatur, Saad Akmal. Menurutnya, penentuan ketua DPD PAN Sinjai oleh DPW tidak mengikuti aturan main sebagaimana diatur dalam AD/ART, sesuai dengan rilis yang masuk di redaksi inipasti.com, Rabu (11/8/2016).
“Kami telah menemui Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi. Kami tak menemukan jawaban atas keputusan tersebut,”
Mantan Sekretaris DPD PAN Sinjai ini menuturkan, jika Musda PAN tak berjalan dengan baik, maka DPW akan mengambil alih dengan cara memilih ketua dari lima formatur dengan cara duduk bersama.
“Kami mendapat informasi, DPW telah menetapkan ketua DPD PAN Sinjai tanpa melibatkan empat formatur lain,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC PAN Sinjai Timur, Awaluddin Adil. Menurutnya, DPW terlalu tergesa-gesa dan tidak mendengarkan aspirasi kader-kader PAN Sinjai dalam menetapkan keputusan.
Dia menambahkan, DPW sangat subjektif dan tidak melihat rekam jejak para formatur. “Kami sangat menyayangkan aturan partai yang mengharuskan Ketua DPD PAN Sinjai harus pengusaha dan anggota DPRD. Jika Mappahakkang ditetapkan sebagai ketua, kami sebagai kader akan mundur,” ujarnya.
Menurutnya, seorang anggota DPRD bukan jaminan dia punya kapasitas kepemimpinan yang baik dan komitmen membesarkan partai, ungkapnya.










