Makassar, Disekitar kita tentu banyak sekali hal-hal yang menarik perhatian.
Makassar dengan beragam problematika yang dihadapinya, tak mampu diuraikan satu persatu, namun selalu saja ada yang menarik untuk diamati
Pedagang yang setiap hari menjajakan dagangan di pinggiran jalanan.
Selain itu, kisah inspiratif selalu saja ada untuk dijadikan bahan pembelajaran bahwa hidup itu tak selamanya berjalan mulus.
Ramli adalah seorang anak penjual jalangkote berumur 15 tahun. Dia tinggal di Jl. Cendrawasih namun hari-harinya, dia habiskan di Pantai Losari dengan menjual jalangkote.
Ramli duduk di bangku SMP kelas 1, setiap pulang sekolah dia langsung bergegas pulang berganti pakain lalu ke Pantai Losari untuk berjualan.
Pada saat hari sekolah dia berjualan dari pukul 13:00 sampai habis. Pada saat hari libur dia berjualan dari pukul 08:00 WITA sampai pukul 18:00 WITA.
Setiap harin dia jual sebanyak 50 biji dengan harga jual 2000 rupiah perbiji.
Saat ditemui di Pantai Losari beberapa waktu lalu, dia menuturkan bahwa hal ini dia lakukan untuk membantu perekonomian orang tuanya.
“Saya ikhlas membantu mereka, saya yang menjajakan jalangkote ini, tapi ibu saya yang membuatkan”.
Semangatnya tidak pernah pudar, dia begitu baik dan sopan. Dia juga tidak pernah malu dengan keadaannya.
“Saya berharap, keluarga kami disentuh bantuan dari pemerintah, terlebih bapak cuma bekerja sebagai tukang becak motor.
Penghasilannya yang pas-pasan kadang tidak cukup untuk keperluan keluarga kami”., katanya.
Laporan: Andi Nuzul Sriany Syafri AM
Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar










