INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sulsel menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Keuangan Rancangan APBD Sulsel 2019, dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Rabu (21/11/2018).
Dalam rapat paripurna yang diwarnai Walk Out (WO) Fraksi Golkar, itu Fraksi PAN dalam pandangan umumnya meminta RAPBD Sulsel 2019 senilai Rp9,89 triliun dapat memperhatikan guru honorer.
Pandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dibacakan Andi Muhammad Irfan AB meminta Pemerintah Provinsi Sulsel memperhatikan alokasi belanja dalam RAPBD 2019, dapat memperhatikan gaji guru honorer di sekolah-sekolah.
“SMA dan SMK yang menjadi wewenang provinsi, sangat bantu dan ditunjang oleh guru honorer. Kami meminta agar gaji tenaga honorer guru ini tetap diperhatikan,” kata Irfan AB.
Selain itu, Fraksi PAN yang memiliki 9 kursi di DPRD Sulsel meminta Pemprov Sulsel memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan, khususnya tunggakan pajak kendaraan roda dua.
“Pajak kendaraan merupakan sumber utama APBD Sulsel, tetapi melihat fakta masih banyak kendaraan yang menunggal pajak di sulsel. Baik roda 4 terlebih lagi roda 2. Kami meminta pemprov sulsel lebih proaktif mengurangi tunggakan tersebut,” ujar Irfan.
Sekadar diketahui, PAD Sulsel dalam RAPBD 2019 Rp4,13 triliun lebih atau meningkat sebesar Rp215,19 miliar lebih. Peningkatan berasal dari Pajak Daerah sebesar Rp3,6 triliun lebih.
Selain itu, Retribusi Daerah sebesar Rp90 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp104 miliar lebih, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp262 miliar lebih.
(Muh. Seilessy)










