INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat realisasi akhir pada tahun 2016, mencapai Rp 8,4 triliun. Nilai ini menurun dibandingkan pada tahun 2015, yang mencapai sekitar Rp 11 triliun.
“Nilai investasi ini Rp 8,4 triliun melampaui dari target investasi yang ingin dicapai, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Sulsel) yang sebesar Rp8 triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Perizina Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sulsel, AM Yamin, Jumat (27/1/2017)
Ia menambahkan, tahun 2016, total investasi sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,334 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai USD 372,46 juta atau senilai Rp5,02 triliun (asumsi kurs USD1 = Rp13.500).
“Berbeda dengan sebelumnya, dimana PMDN mendominasi investasi, tahun ini PMA dengan
persentase hampir 60 persen,” ungkap Yamin
Mengenai menurunnya nilai investasi, walaupun secara target terpenuhi, Yamin mengakui ada berbagai faktor sehingga memang kondisinya ada perlambatan.
“Kondisi ini memang ini banyak dipengaruhi kondisi ekonomi global yang mengalami perlambatan sepanjang tahun 2016, kami berharap kondisi ini akan membaik di 2017,” terangnya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Investasi Sulsel Indiani Ismu mengungkapkan, dari total investasi PMDN, sebanyak 181 proyek. Dimana ada tiga sektor yaitu sektor perdagangan dan jasa dengan 44 proyek senilai Rp91 miliar, industri makanan 36 proyek senilai Rp235 miliar, dan sektor listrik, gas, dan air dengan 26 proyek senilai Rp486 miliar.
Sedangkan untuk PMA, Indiani menyebutkan sektor yang cukup.mendominasi adalah sektor industri makanan dengan 16 proyek senilai US$69,5 juta, sektor listrik, gas, dan air sejumlah 14 proyek senilai US$47,9 juta, dan sektor pertambangan sebanyak 11 proyek senilai US$95,3 juta. “Jumlah keseluruhan proyek untuk PMA sebanyak 100 proyek,”terangnya.










