Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Cenderung Menurun

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR- Realisasi penyerapan pupuk bersubsidi 5 tahun terakhir (2012-2016)  di Sulsel  khususnya jenis pupuk SP-36  cenderung mengalami penurunan.

Hal ini dapat dilhat di beberapa kabupaten, seperti di Luwu Utara, penyerapan pupuk bersubsidi tahun 2012 mencapai 2,890 ton turun menjadi 2,711.45 ton tahun 2016. Begitu pula di sektor  timur di Kabupaten Pinrang, tahun 2012 realisasi penyerapan pupuk bersubsidi  (SP-36), mencapai 2,830 ton, turun menjadi 2,764.10 ton di tahun 2016.

Inline Ad

Begitu pula di Sidrap, tahun 2012 memperoleh 4,157 ton,  turun menjadi 3,550 ton pada tahun 2016. Hanya memang ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan seperti Bantaeng, tahun 2012  mendapatkan pupuk bersubsidi  115 ton, meningkat menjadi  125 ton  pada tahun 2016. Pangkep 2012 mendapatkan pupuk bersubsidi 1,965 ton meningkat menjadi 2,065 ton pada tahun 2016, begitu juga Maros 2012  hanya mendapatkan  pupuk bersubsidi 1,422 ton meningkat menjadi 2,154 ton pada tahun 2016.

Dikatehui penurunan pupuk bersubsidi ini sebagai dampak dari menurunnya kuota pupuk bersubsidi secara nasional. Jadi dngan menurunnya kuota  diharapkan pupuk bersubsidi  dimanfaatkan secara optimal. Penurunan ini terjadi tidak hanya  di Sulsel tetapi juga di provinsi lainnya di Indonesia.

Sehingga untuk menghindari kelangkaan dan penyelewengan dari penggunaan pupuk bersubsidi pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian  melakukan distribusi secara tertutup. Jadi pasokan hanya dapat diperoleh sesuai dengan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK).(nasrullah)

Bottom ad

Leave a Reply