Rencana Dihapusnya Ujian Nasional, Ini Tanggapan Andi Mustaman

Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman menanggapi rencana Mendikbud Muhadjir Effendy menghapus UN, Minggu (27/11). (Foto : Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengeluarkan wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) . Rencana ini tinggal menunggu  persetujuan Presiden RI, Joko Widodo.

Tokoh Pendidikan Kota Makassar, Andi Mustaman dalam rilisnya, Minggu (27/11) meminta agar sebelum peraturan ini diketuk palu, seharusnya ada pengkajian secara mendalam.

Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar ini menilai, wacana penghapusan UN akan berdampak besar. “Jadi harus dipikirkan secara matang-matang, jangan terburu-buru. Pemerintah harus menelisik lebih jauh soal kebijakan penghapusan ujian siswa tersebut,” jelasnya.

Andi Mustaman khawatir, jika pelaksanaan UN ditiadakan, bisa menyulitkan sekolah maupun perguruan tinggi untuk menyeleksi peserta didik. Sebabnya, nilai UN selama ini dijadikan sebagai standar nasional pendidikan.

Baca Juga:  Andi Niartiningsih: Pendidikan Harus Sesuai Potensi Anak

“Nanti kalau anak daftar dari SMP ke SMA pakai nilai apa. Kepala sekolah mau menyeleksi anak pakai apa, nanti kalau ke jenjang lebih tinggi pakai apa, harus dipikirkan matang-matang,” tegasnya.

Menurut mantan legislator DPRD Sulsel ini, permasalahan UN terletak ketika dijadikan sebagai syarat kelulusan, sehingga menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta didik.

“Saya kira permasalahan ini telah diatasi oleh menteri sebelumnya yakni Pak Anies Baswedan yang mampu menghilangkan rasa takut siswa sebelum menghadapi ujian nasional,” tambahnya.

Baca Juga:  Kepala LLDIKTI IX Hadiri Pembukaan dan Penutupan Pendididikan Tiga Kampus Pelamonia Makassar

Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan, akan melakukan moratorium pelaksanaan UN pada 2017. Penghentian sementara UN harus dilakukan lantaran kondisi Indonesia yang beragam. Moratorium rencananya dilakukan untuk semua jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga menengah atas.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto juga angkat bicara terkait kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN). Danny mengatakan, ia mengikuti saja apapun yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Menurutnya, apapun nanti yang menjadi keputusan, yang terpenting adalah kualitas siswa itu sendiri.(*)

Baca juga :UN Dihapus, Danny: Kita Ikut Aturan Pusat Saja

//