Reses di Takalar, Rangga: Masyarakat Harap Perhatian Pemprov Soal Infrastruktur di Desa

Top Ad

INIPASTI.COM, TAKALAR, — Anggota DPRD Sulsel dari fraksi Golkar, Fahruddin Rangga melaksanakan Reses untuk menampung aspirasi masyarakat di Dapilnya di Desa Timbuseng Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, pada Jum’at 3 Desember 2021.

Rangga sapaan politisi Golkar ini mengatakan bahwa pelaksanaan reses kali ini masih tetap mengikuti standar protokol kesehatan sebqgai protap masa pandemi covid 19, dan standar protokol kesehatan ini tetap mewajibkan setiap peserta atau undangan yang yang hadir menggunakan masker.

Inline Ad

“Tim pendamping menyiapkan hand sanitizer dan mengatur jarak tempat duduk minimal 1 meter serta memeriksa suhu badan setiap peserta menggunakan termogan atau pengukur suhu badan,” kata Rangga.

Rangga menjelaskan bahwa Reses ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi dan mendengar secara langsung masukan serta informasi masyarakat yang telah memberi amanah dan tanggungjawab kepada mereka selaku wakil rakyat di DPRD Sulsel.

“Sehingga sangat penting untuk ikut hadir dalam pelaksanaannya, karena informasi, pandangan dan harapan yang tersalurkan dari masyarakat dapat terwadahi melalui kegiatan reses ini, karena inilah tempat dan kesempatan untuk disampaikan,” ujar Rangga.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam reses Dg. Mone menyampaikan harapannya terkait kebutuhan masyarakat tani, diantaranya ketersediaan pupuk dan bibit agar disalurkan tepat waktu saat mulai musim tanam, dan kendala kesulitan air disaat musim kemarau serta perlunya normalisasi saluran irigasi.

Mendengarkan keluhan masyarakat, Rangga menuturkan semua informasi dan masukan yang disampaikan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD berikutnya.

Lebih jauh Rangga mengatakan semua masukan dan informasi yang berkembang di dalam dialog reses ini masih sangat di dominasi kebutuhan dan usulan masyarakat seperti sarana dan prasarana pertanian baik berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul dan jalan tani serta kebutuhan pertanian lainnya.

“Masyarakat juga mengharapkan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dapat memberi perhatian terhadap infrastruktur yang ada di desa, diantaranya saluran irigasi tersier, jalan lingkungan, saluran drainase dan jalan setapak,” pungkas Rangga.

Di pengujung reses, peserta kembali mengingatkan dan sangat berharap percepatan penyaluran bantuan pupuk dan bibit agar dapat digunakan tepat waktu masa penanaman benih karena pengalaman yang terjadi selama ini saat masa tanam tiba justru kelangkaan pupuk terjadi.

Sebagai penutup dialog, Rangga menegaskan bahwa aspirasi yang masyarakat sampaikan akan dijadikan salah satu usulan kegiatan prioritas dalam pra pembahasaan dan pembahasan tahun selanjutnya.

(Muh. Seilessy)

Bottom ad

Leave a Reply