RS Ananda Rawat Ibu Hamil yang Ditolak Dua Rumah Sakit di Makassar

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda akhirnya merawat seorang pasien ibu hamil, Elvina Yana yang ditolak beberapa Rumah Sakit di Makassar, lantaran reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Manager Pelayanan RSIA Ananda, Dr.Nasriyadi Nasir menceritakan kronologis Elvina yang awalnya ditolak dua Rumah Sakit dan akhirnya mendapat perawatan di RSIA Ananda.

Inline Ad

Kata dia, pasien masuk ke poliklinik obgin RSIA Ananda untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan keluhan Gerakan bayi tidak terasa sejak 1-2 hari yang lalu.

Dari hasil pemeriksaan dan USG oleh dokter ditemukan denyut jantung janin tidak ada, dan terjadi tanda-tanda Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR) lebih dari 1 hari.

Baca Juga:  Adnan akan 'Sulap' Rumah Sakit Syekh Yusuf

“Olehnya dari dokter obgin kemudian diberi pengantar masuk rawat inap ke UGD dengan diagnosis G3P1A1 gravid aterm + KJDR+ Post SC +letak lintang. Rencana tindakan SC elektif besok pagi,” kata Dr.Nasriyadi Nasir dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Juni.

Ia menjelaskan sesuai protokan yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 “Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir selama pandemi Covid-19 No: B-4 (05 April 2020) bahwa semua ibu hamil yang akan melahirkan wajib dilakukan Pemeriksaan Rapid Test.

Setelah pemeriksaan rapid test dilakukan ditemukan hasil Positif. Dan dari anamnesis lanjutan barulah ditemukan bahwa pasien ini sudah rapid test di rumah sakit lain sebelumnya dengan hasil positif.

Baca Juga:  Dosen UNM Berhasil Menangkan Lomba Cipta Mars Sulsel

“Jadi pasien sebelumnya tidak jujur menyampaikan bahwa sudah rapid test dengan hasil positif,” ucapnya.

“Sesuai protokol covid-19, maka pasien kami layani dan observasi sambil disiapkan rujukan ke RS Pusat Rujukan Covid dan dilakukan pemeriksaan SWAB,” pungkasnya.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.