S3 Sosiologi Unhas Teleconference Perdamaian Dunia HWPL dari Seoul   

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Mahasiswa S3 Sosiologi PPs-Unhas, Sabtu (18/11/2017) di kampus Unhas Tamalanrea Makassar,  melakukan teleconference.

Tema dalam dialog itu  perdamaian dunia dengan lembaga perdamaian internasioanl Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) berpusat di Seoul Korea Selatan.

Pembahasan dalam dialog teleconference terkait dengan deklarasi perdamaian dan penghentian perang. Dialog dihadiri mahasiswa S3 Sosiologi Unhas dan beberapa penggiat perdamaian.

Tampil selaku pembicara Ketua Prodi S3 Sosiologi Unhas, Prof.Dr.H.Tahir Kasnawi, SU, Dekan Fakultas Syariah UIN Alauddin, Prof. Dr. Natsir Siola, M.Ag.

Sekretaris umum MUI Sulsel, Prof Dr.H.Muh Ghalib, MA, Kepala Dispenda Sulsel, Drs.Tauto T. Ranggina, M.Si, Dekan Fisip Universitas Sawerigading Makassar dan Pendiri Portal Berita, Inipasti.com.

Baca Juga:  Kemenag Sulsel Lakukan MoU dengan 4 Rektor

Tahir Kasnawi menegaskan, diskusi yang dilakukan merupakan proses pembudayaan mewujudkan perdamaian di kalangan pemuda dan elemen masyarakat lainnya.

Lembaga HWPL, senanatiasa mensinergikan ajaran agama-agama untuk menuju deklarasi perdamaian serta menghentikan peperangan, tegas Ketua Senat UNHAS ini.

Natsir Siola kesempatan itu menegaskan, kalau terjadi perang, bukan hanya militer yang menjadi korban, tetapi yang lebih menderita adalah masyarakat sipil, anak-anak, wanita dan orang tua, katanya.

Hal sama juga ditekankan Muh Ghalib dengan mengatakan, masyarakat Indonesia mendukung program HWPL yang senantasi mendorong terwujudkan dunia yang damai dan jauh dari konflik dan peperangan.

Muhammad Yahya mengatakan, informasi dan tulisan terkait perdamaian dan penghentian peperangan senantiasa menjadi fokus tulisan dengan menghadirkan jurnalisme perdamaian, katanya.

Baca Juga:  Mulai Jenuh Peminat Studi Kesehatan di Jazirah Buton Raya

Tautoto T Ranggina, mengemukakan kalau program HWPL pada berbagai kalangan sangat bagus terutama di kalangan generasi muda yang diberikan pengetahuan dan pemahaman soal perdamaian  dan menghentikan perang dan konflik, tegasnya.

Direncanakan dialog ini akan dilakukan secara rutin dengan berpindah-pindah dari satu kampus ke kampus lainnya.  

Dialog mendatang akan mengikutkan para tokoh-tokoh lintas agama selaku peserta dan nara sumber dalam dialog perdamaian itu, tegas Tahir Kasnawi. (yahya).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.