Sampah Plastik di Teluk Parepare – Pinrang, sangat Memprihatinkan

Lokasi Menralo, Wiringtasi , Kec. Suppa , Kab. Pinrang

INIPASTI.COM, PAREPARE – Sampah plastik merupakan momok yang sangat menghawatirkan di Indonesia, kebiasaan masyarakat yang belum bisa diubah dengan penggunaan bahan plastik di setiap kegiatan sehari hari ini menjadi ancaman nyata ekosistem perairan dan ancaman mematikan buat kelangsungan  manusia itu sendiri dengan micro plastiknya.

Menurut Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), setiap tahun sedikitnya 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Fakta tersebut menisbahkan Indonesia menjadi negara nomor dua di dunia dengan produksi  sampah platik terbanyak di dunia (mongabay), dalam siklus 11 tahun, jumlah plastik mengalami peningkatan hingga dua kali lipat, dengan kemasan dan bungkus makanan atau minuman menjadi penyumbang sampah plastik terbanyak.

Baca Juga:  Usai Dinobatkan sebagai Walikota Teladan, Danny Bicara Sampah di Ibukota
Inline Ad

Selain sampah plastik, Keberadaan mikroplastik juga sudah menyebar hampir ke seluruh lautan Indonesia. Mikroplastik menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup biota laut dan juga manusia. Dilansir dari Buzzfeed pada Senin (19/3/2018), mikroplastik adalah fragmen atau serat (yang sering berasal dari pakaian atau udara), yang dipecah dari sebuah barang plastik yang besar, atau dibuat sedemikian rupa hingga ukurannya menjadi kecil. Mikroplastik tak hanya mengancam kehidupan biota laut saja, tapi juga kesehatan manusia. Menurut ahli Oseanografi Reza Cordova dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, mikroplastik dapat mengganggu saluran pencernaan.

Baca Juga:  TPA di Pampang Makassar  Gelar Pawai Obor Keliling

Sekretaris LPPLH (lingkar peduli lingkungan hidup) Julianto mengajak masyarakat harus sadar dengan pola kebiasaan membuang sampah di lautan dan mengurangi penggunaan bahan plastik disetiap harinya dan jangan menjadikan perairan sebagai tempat sampah abadi, karena bisa merusak ekosistem. “Ekosistem rusak maka imbasnya ke pendapatan masyarakat karena turunnya daya tangkap” ujar Julianto.

Dijelaskan, “banyaknya limbah plastik yang ditemukan di Menralo Kec Suppa Kab Pinrang (di Teluk Parepare) menambah  catatan penting buat semua stakeholder, organisasi lingkungan  untuk ikut serta memerangi dan mengkampanyekan,  meminimalkan  penggunaan bahan plastik yang berlebihan dimasyarakat.” Pungkasnya.

(Anto)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.