Satgas Tinombala Kejar Kelompok Ali Kalora Tersisa 11 Orang

INIPASTI.COM – Sebelumnya Satgas Tinombala menindak tegas dua anak buah Ali Kalora pada Selasa (17/11/20) pagi. Kedua buron yang tewas tersebut adalah Wawan alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz.

Barang bukti yang diamankan Satgas Tinombala di antaranya 1 pucuk senjata revolver, 2 buah bom lontong, 20 butir munisi 5,56 mm, 4 butir munisi revolver, 1 buah GPS, 1 buah kompas, 2 buah head lamp, 6 buah korek api, kunci motor, uang tunai Rp 360 ribu, 1 renceng antinyamuk, 9 buah baterai, 3 bungkus kopi, 2 pasang sepatu, 2 tas selempang, 2 tas gendong, 1 buah terpal, 1 sisir dari jarum, 1 cermin, 2 sikat gigi, dan pakaian.

Inline Ad

Dilansir di laman detiknews, terjadi pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Sigi, Sulteng. Korban ada yang dibakar dan adapula yang ditebas.
Pemerintah mengutuk keras tindakan tersebut. Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya menindak tegas Ali Kalora dan kawan-kawan.
“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka (Ali Kalora dkk). Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” kata Idham melalui keterangan tertulis, Senin (30/11/20).
Idham memastikan perburuan Ali Kalora cs sudah dilakukan. Polisi, sebut dia, akan mencari tempat persembunyian mereka.

Baca Juga:  Baku tembak di Papua antara KKB dengan Satgas Pamtas

“Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora,” ujar Idham.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembunuhan sadis di Sigi itu sebagai tindakan biadab.

“Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Sebelumnya Satgas Tinombala menindak tegas dua anak buah Ali Kalora pada Selasa (17/11/20) pagi. Kedua buron yang tewas tersebut adalah Wawan alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz.
Barang bukti yang diamankan Satgas Tinombala di antaranya 1 pucuk senjata revolver, 2 buah bom lontong, 20 butir munisi 5,56 mm, 4 butir munisi revolver, 1 buah GPS, 1 buah kompas, 2 buah head lamp, 6 buah korek api, kunci motor, uang tunai Rp 360 ribu, 1 renceng antinyamuk, 9 buah baterai, 3 bungkus kopi, 2 pasang sepatu, 2 tas selempang, 2 tas gendong, 1 buah terpal, 1 sisir dari jarum, 1 cermin, 2 sikat gigi, dan pakaian.

Baca Juga:  Pembubaran Demo Pakai Helikopter Dinilai Tak Sesuai Perkap

Didik mengatakan kelompok Ali Kalora diperkirakan memiliki 2 senjata api. Rinciannya, 1 senjata laras panjang dan 1 laras pendek.

“Persenjataan mereka kemarin yang nampak itu kan satu senjata panjang dipegang Ali Kalora, sama satu lagi senjata pendek,” kata Didik.

“Karena beberapa hari kemarin sempat juga dapat satu toh yang ketembak dua itu kan ada senpinya itu. Sementara yang terdeteksi karena kemarin saksi yang melihat senjata panjang satu, sama satu pendek,” ujarnya.

Sementara pemasok amunisi ke kelompok Ali Kalora masih diselidiki. Didik menuturkan kelompok Ali Kalora berada di kawasan Gunung Biru.
“Pemasoknya ini yang kita belum tahu dari mana dapat peluru, tim intelijen masih melakukan penyelidikan darimana senjata-senjata itu, bisa saja itu senjata yang dari dulu turun-temurun. Pemasoknya kita belum tahu,” ucapnya.

Diketahui Satgas Tinombala dikerahkan untuk memburu dan menangkap kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.
Sebelumnya Satgas Tinombala menindak tegas dua anak buah Ali Kalora pada Selasa (17/11/20) pagi. Kedua buron yang tewas tersebut adalah Wawan alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembunuhan sadis di Sigi itu sebagai tindakan biadab.

Baca Juga:  Nurul mahasiswa UIN, gagal wisuda akibat kecelakaan.

“Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden (syakhruddin)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.