SDGs Unhas Gelar Webinar Pencapaian Target Stunting 2024

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sebagai rangkaian dari Sustainable Development Goals (SDGs) Annual Conference 2020, Universitas Hasanuddin melalui SDGs Center bersama Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan Webinar Series Dua Hari, mengusung tema “Tantangan dan Peluang Pencapaian Target Stunting RPJMN 2024 di Era Pandemi Covid-19”. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal Youtube SDGs Center Unhas, Sabtu (07/11).

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan utamanya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai mitra khusus yang telah mempercayakan Unhas menyelenggarakan kegiatan ini.

Inline Ad

Tema webinar ini mencerminkan motivasi Unhas dalam isu sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari semangat humaniversity. Kegiatan ini diharapkan sebagai kontribusi Unhas untuk pencapaian penurunan stunting yang saat ini juga menjadi isu nasional.

“Kami melaporkan bahwa jauh sebelum SDGs Center Unhas terbentuk, kami telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting dengan berbagai aksi nyata, seperti program di Kabupaten Banggai dan bermitra dengan perusahan internasional untuk menyediakan vitamin, serta beberapa kajian mengenai 1000 hari pertama kelahiran,” jelas Prof Dwia.

Prof Dwia berharap kegiatan ini melahirkan pemikiran kritis dan ide baru untuk penurunan angka stunting pada masa pandemi, yang tentunya memiliki tantangan lebih kompleks.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI yang diwakili oleh Deputi Sumber Daya Manusia, Dr.Ir. Subandi, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Pusat SDGs Unhas yang menghadirkan wadah berdiskusi sebagai bukti nyata dan komitmen penurunan angka stunting. Hal ini penting bagi langkah mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing di masa depan.

Strategi Penanggulangan dan pencegahan stunting telah memperlihatkan penurunan stunting dari 37,2% tahun 2013 menjadi 30,8% (versi Riskesdas) dan 27,67 tahun 2019 (versi SSGI). Tren penurunan ini akan dipercepat menjadi 14% dalam RPJMN 2020-2024 melalui Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan berat di masa pandemi COVID-19.

“Permasalahan stunting yang multidimensional memerlukam upaya lintas sektor dengan melibatkan berbagai stakehoulder secara terintegrasi melalui koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan pusat, daerah hingga tingkat desa. Hal ini juga tentunya harus didukung dengan anggaran yang berdasar pada intervensi tajam dan tepat sasaran,” jelas Subandi.

Selama masa pandemi, upaya penurunan stunting sempat tertunda seperti pemantauan tumbuh kembang Balita, pelaksanaan Posyandu, pemantauan kecukupan gizi ibu hamil dan balita serta beberapa kegiatan lainnya. Namun, untuk menghadapi tantangan tersebut serangkaian inovasi dihadirkan melalui proses digitalisasi sampai pada penajaman fokus kegiatan.

“Kita sudah mempersiapkan beberapa strategi percepatan penurunan stunting yang terintegrasi guna mencapai target 14% pada tahun 2024,” ungkap Subandi.

Usai pembukaan secara resmi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan dua subtema yakni “Menganalisis tren dan dampak kesehatan dan gizi khususnya wasting dan stunting di era pandemik COVID-19” dan “Menganalisis respon mitigasi terhadap layanan aksi percepatan penurunan stunting di era pandemik COVID-19”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga esok hari Minggu (08/11) dengan subtema dan narasumber berbeda.(*/mir)

Bottom ad

Leave a Reply