Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Top Ad

INIPASTI.COM,JAKARTA – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan ke KPK mengapa partainya mengajukan Harun Masiku sebagai anggota DPR pergantian antar-waktu (PAW) periode 2019-2024.

Hasto juga menyatakan bahwa dalam kasus yang menjerat Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Harun Masiku merupakan korban.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP),  Hasto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa, terkait kasus suap penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

Kepada awak media, Hasto mengaku siap memberikan keterangan kepada penyidik.

“(Bersaksi) terhadap dugaan apa yang terjadi kepada mantan komisoner KPU, Saudara Wahyu (Setiawan),” kata Hasto di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Jum’at (24/1/2020).

Seperti dilansir CNN, Ia enggan membeberkan lebih lanjut keterkaitannya dengan perkara yang juga menjerat eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku. Sebab katanya, pemeriksaan baru akan dijalani.

Baca Juga:  NA Minta KPK Bantu Benahi Aset Milik Pemprov

“Keterangan pers akan saya sampaikan setelah pemeriksaan tersebut,” katanya singkat.

KPK saat ini tengah mendalami sumber uang Rp 400 juta yang ditujukan kepada komisioner KPU, Wahyu Setiawan melalui perantara.

Wahyu menerima uang dari Agustiani Tio sebesar Rp 200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Selain Hasto, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy’ari juga akan dimintai keterangannya. Berdasarkan informasi, Evi sudah tiba di kantor komisi antirasuah.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Wahyu bersama tiga orang lain sebagai tersangka. Ketiga orang itu ialah politikus PDIP, Harun Masiku, eks anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina  dan Saeful (swasta).

Baca Juga:  Menanti Perintah Tembak Mati  Terhadap Mantan Caleg  PDIP  Harun Masiku 

Wahyu diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun. KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus suap ini (syakhruddin)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.