Namun, ketika senjatanya adalah sebuah mobil atau pisau dapur, dan calon korbannya adalah Anda atau saya, maka tidak ada yang dapat mencegah pembunuhan tersebut.
Itu sebabnya mengapa ramalan yang paling kelam boleh jadi itulah yang benar. Apa yang telah kita saksikan hingga saat ini belumlah yang terburuk yang mungkin terjadi.
Tahap berikutnya yang akan terjadi adalah kejadian yang hanya sedikit orang yang akan membicarakannya–tetapi pasti telah ada di benak para jihadis dan benak pemerintah.
Itu adalah saat ketika serangan menjadi begitu tak tertahankan sehingga timbul tindakan balasan. Masjid akan dibakar hingga rata dengan tanah. Sejumlah pemuda kulit putih akan mengamuk di wilayah-wilayah pinggiran kota (banlieue).
Inilah yang mati-matian ingin diciptakan oleh IS, tentu saja, karena Prancis selanjutnya akan dilanda perang saudara yang benar-benar berdarah.
Kepala badan intelijen dalam negeri (DGSI) Prancis memberikan peringatan serupa dalam kesaksiannya baru-baru ini di hadapan sebuah komite parlemen. Bahaya paling besar, kata Patrick Calvar, pada bulan Mei, mengingatkan, adalah satu atau dua lagi serangan akan memicu kekerasan dari kelompok-kelompok ekstrem kanan yang–kata Patrick–semakin hari semakin mempersiapkan diri untuk melakukan tindakan teraebut.
“Lalu, apa yang akan Anda hadapi adalah konfrontasi antara kelompok ekstrem kanan dengan dunia Islam. Bukan dengan kelompok Islamis, harap dicatat baik-baik. Dengan Islam sedunia.”
Dengan kata lain, jika pola tersebut berlanjut, maka akibatnya akan semakin buruk.










