INIPASTI.COM, MAGELANG – PSS Sleman seakan menerima karma di Stadion dr H Moch Soebroto, Magelang. Super Elang Jawa dihancurkan oleh tim tuan rumah PSIS Semarang 3 gol tanpa balas, Sabtu, (2/11/2019).
Karma itu harus diterima setelah mengalahkan Persebaya Surabaya 2-3 di Stadion Gelora Bung Tomo. Di mana akibat kekalahan Bajul Ijo, Bonek melakukan aksi yang tidak terpuji dengan membakar beberapa bagian/fasilitas stadion.
Kembali melanjutkan laga tandangnya di pekan ke-26 Liga 1 Indonesia ini, Skuat Seto Nurdiantoro seakan kehilangan performa terbaiknya, utamanya di babak pertama. Petaka itu berawal saat Jajang Sukmara melanggar Claudir di dalam kota penalti.
Tim tuan rumah pun mendapatkan hadiah penalti dari wasit pada menit ke-21. Wallace Costa yang menjadi eksekutor sukses memperdaya Ega Rizky. Skor menjadi 1-0 untuk PSIS Semarang.
Meski berstatus pemain bertahan, Claudir kembali beraksi di dapan gawang PSS. Jika sebelumnya dia sebagai sebab hadiah penalti bagi Laskar Mahesa Jenar, pada menit ke-38, pemain bernomor punggung 9 ini yang justru menjebol gawang Super Elang Jawa.
Gol itu pun membuat skor berubah menjadi 2-0. Sekaligus menutup babak pertama dengan menyisakan beberapa catatan bagi coach Seto Nurdiantoro untuk diterapkan di babak kedua.
Berniat mengejar ketertinggalannya, babak kedua Yevhen Bokhashvili dkk meningkatkan intensitas serangan. Namun sayang, pertahanan rapat dari PSIS tidak bisa ditembus.
PSS justru kembali kebobolan pada menit ke-74. Lewat skema serangan balik, Fredyan Wahyu mengirimkan umpan cantik yang berhasil diteruskan oleh Septian David Maulana.
Bola hasil tendangan Septian mendatar di tanah dan menyasar sudut kanan gawang yang tidak bisa dijangkau oleh Ega Rizky. Skor menjadi 3-0 dan menjadi hasil akhir dari pertandingan ini.
Dengan hasil tersebut, PSIS Semarang berhasil menyalip Badak Lampung di urutan 13 klasemen sementara liga 1 Indonesia. PSIS kini telah mengoleksi 28 poin dari 25 laga. Sedangkan PSS Sleman masih tertahan di peringkat 5 dengan 39 poin.
(Sule)










