INIPASTI.COM, MAKASSAR – Shahar Ginanjar yang kini melengkapi kiper keempat PSM. Setelah Denny Marcel dicoret dari tim dan tidak masuk dalam skema skuad Pasukan Ramang musim 2018 ini.
Didatangkan dari Barito Putera pada awal Januari lalu, Shahar dipinang dengan durasi kontrak dua musim. Pemain berusia 27 tahun ini bahkan mampu langsung merangsek ke tim inti. Terbukti, saat Juku Eja membagi skuadnya menjadi dua, Shahar bergabung bersama Pluim cs.
Kedatangannya pun disebut-sebut bakal merebut posisi inti kiper PSM yang saat ini dipegang oleh Rivky Mokodompit. Tak pelak, jika kehadiran Shahar membuat perebutan posisi penjaga gawang semakin ketat.
Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar mengungkapkan bahwa datangnya Shahar dengan usianya yang telah menginjak 27 tahun, merupakan keputusan yang tepat. Karena selain kebutuhan tim yang harus memiliki 4 penjaga gawang, regenerasi kiper juga diperlukan.
“Seperti Syaiful dan Hilman yang masih muda. Dan nantinya mereka pasti akan dirotasi,” ujarnya, Sabtu (3/2/2018).
Dikatakannya, bahwa sejauh ini penampilan Shahar cukup apik bersama Juku Eja. Mulai dari pengambilan posisi pemain kelahiran Purwakarta ini yang dinilai tepat, kepemimpinanya di belakang cukup bagus. Serta mampu mengkoordinir para pemain belakang.
Kendati demikian, Syam menilai bahwa Shahar belum memiliki naluri kiper yang mampu memulai penyerangan.
“Penjaga gawang bukan cuma bertugas menangkap bola, tetapi seharusnya juga bisa berinisiatif memulai serangan. Kita tunggu saja, karena dia baru bermain dua kali,” tambahnya.
Shahar mengaku telah lama ingin berkostum Juku Eja. Alasannya tim ini memiliki suporter yang begitu fanatik, sehingga mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang buat pemain selalu bersemangat untuk meraih kemenangan.
“Ya alhamdulilah, saya senang bisa berkostum PSM. Sudah 2 tahun yang lalu saya ingin ke tim ini. Alhamdulilah baru sekarang jodohnya ke PSM,” tutur pemain kelahiran 4 November 1990 ini.
Diakui Shahar, bahwa sejak bergabung bersama Juku Eja, dirinya merasa nyaman dengan suasana tim. Mantan pemain Tim Nasional Indonesia ini merasa kagum dengan kekompakam pemain, dimana setiap jadwal PSM, harus dilakukan secara bersama-sama dengan waktu yang tepat.
“Saya diberikan kepercayaan selama 2 tahun bersama PSM. Saya akan berkostum Juku Eja selama tenaga saya tak dibutuhkan lagi,” tukasnya.
(Ahadri)










