INIPASTI.COM, SEMARANG – Harapan Makassar menjadi kota berkonsep smart city semakin besar. Apalagi setelah menggaet International Enterprise Singapore (IES), organisasi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan besar Singapura.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjalin kerja sama menyangkut pengelolaan perkotaan. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menjelaskan, kerja sama secara global menyangkut smart city. Beberapa item yang dikerjasamakan lebih fokus pada tata ruang.
“Adanya MoU antara Pemerintah kota Makassar dan IES membuka peluang kerja sama bagi kita untuk pengelolaan perkotaan, terutama pengembangan program deteksi dini dan pengendalian banjir serta pengembangan sistem saluran drainase,” jelas Danny seusai menandatangani MoU di Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol, Senin (14/11).
Secara keseluruhan, Danny menguraikan ada delapan bidang yang mereka kerjasamakan. Di antaranya, kerja sama bidang transportasi meliputi penyusunan grand desain traffic light kota Makassar dan penyusunan tatanan transportasi lokal yang pintar. Di bidang pendidikan, keduanya sepakat bekerja sama dalam pemeliharaan dan pengembangan sistem pusat data pendidikan dan jaringan IT pendidikan.
Sementara di bidang kesehatan, IES akan mendukung Makassar dalam jaringan telemedicine. Selain itu, MoU ini juga mengatur kerja sama di bidang lingkungan yang meliputi pengembangan sistem pengelolaan pencemaran tanah, air, udara, dan kerusakan lingkungan karena dampak pembangunan, serta amdal (analisis dampak lingkungan).
Bidang pariwisata juga menjadi salah satu poin kerja sama dalam MoU ini yang memungkinkan Makassar dan IES berkolaborasi dalam pengembangan sistem pariwisata terpadu dan penyusunan master plan kawasan wisata.
Di sisi ekonomi dan pemerintahan keduanya sepakat bekerja sama dalam program administrasi e-pemerintahan di kantor pemerintahan. Di bidang infrastruktur, Makassar dan IES akan bersama-sama meningkatkan kualitas perencanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah dan fasilitasi sistem yang cerdas dalam bentuk keterpaduan pemanfaatan dan penataan ruang wilayah.
“Kita mengharapkan kerja sama di delapan bidang ini yang secara global menyangkut smart city dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Danny yang berlatarbelakang arsitek itu.
Penandatangan MoU antara Wali Kota Makassar, Danny Pomanto dan Assistant CEO, Tan Soon Kim ini disaksikan Wakil PM Singapura Teo Chee Hean dan para menteri Indonesia dan Singapura. Di antaranya Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.
Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Sementara dari Singapura ada Menteri Perdagangan Lim Hng Kiang, Menteri Perindustrian S Iswaran, Menteri Komunikasi dan Informasi Yaa Ibrahim, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung.(*)
Baca juga : Danny Pomanto: Smart City Harus Selaras dengan Kearifan Lokal
//










