INIPASTI.COM, SINJAI – Peristiwa banjir bandang yang terjadi 2006 lalu merupakan pengalaman pahit untuk masyarakat Sinjai. Karena itu, apa yang digagas Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai mengenai Kampung Siaga Bencana (KSB) menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan warga.
Kabupaten Sinjai yang terdiri dari sembilan kecamatan, merupakan daerah rawan bencana, demikian diungkapkan Asisten III Bupati Sinjai, Drs H Andi Akmal MM pada acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pembentukan Kampung Siaga Bencana bertempat di RM Nikmat Sinjai Selasa (1/11).
Ketua panitia pelaksana Dra Nurhayati dalam laporannya mengatakan, kegiatan sosialisasi KSB diikuti 64 peserta utusan dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Sinjai. Berasal dari unsur TKSK Karang Taruna Tagana, Jajaran staf kecamatan Babinsa, tokoh masyarakat, dan BPBD Sinjai.
Narasumber pada kegiatan tersebut; Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Prov Sulsel Drs H Sabaruddin MM, Praktisi Bencana sulsel Drs H Syakhruddin DN Msi, beserta Kadisnakersostrans Sinjai DR H Mukhlis Isma SE MM.
Kepala Bidang Sosial Nakersostrans Kab Sinjai, Andi Ilham mengatakan, dengan terbentuknya nanti pengurus KSB di tingkat kecamatan maka antisipasi penanganan bencana jauh lebih taktis.
Lumbung sosial dan peralatan bencana perlu ditempatkan di level kecamatan. Bilamana terjadi bencana, maka petugas KSB langsung membentuk posko kendali tingkat kecamatan. Mereka bersama-sama dengan pihak Babinsa dan unsur pejabat terkait di tingkat kecamatan.
“Ke depan, dengan terbentuknya pengurus KSB di tingkat kecamatan, akan kita lakukan gladi lapang dengan mengikutsertakan seluruh piranti sosial mulai dari karang taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan jajaran anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sehingga bila benar-benar bencana terjadi maka Posko kecamatan langsung difungsikan,” paparnya.(*)
Baca juga : Kades Tellu Limpoe Sinjai Manfaatkan Masjid Untuk Sosialisasi Program
//










