Soal Bandara Buntu Kunik, Menteri Budi : Rp1 Triliun Uangnya Dari Mana?

Menteri Perhubungan RI Budi Karya usai meninjau kemajuan pembangunan Rel Kereta Api di Barru, Selasa (20/12). Pembangunan Bandara Buntu Kunik akan disesuaikan dengan hasil rekomendasi tim. (Foto :Iin Nurfahraeni)

INIPASTI.COM, BARRU – Rencana pembangunan Bandara Buntu Kunik, tampaknya masih tersendat. Persoalan anggaran hingga pembebasan lahan, mewarnai rencana pembangunan bandara yang terletak di Tana Toraja.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengungkapkan, anggaran untuk bandara tersebut sebenarnya telah disiapkan pemerintah provinsi, tetapi masih tahap pembahasan.

Inline Ad

Mengenai anggaran pasti, Ia tidak ingin menyebutkan, “Nilai rekomendasinya ada, yang jelas anggarannya ada kalau Rp70 miliar, tapi kalau sampai Rp1 triliun uangnya dari mana? Kita lihat nanti saja, ” ungkapnya.

Baca juga : ‘Angin Segar’ Pembangunan Bandara Buntu Kunik Tana Toraja

Baca Juga:  Investor Lirik Kawasan Industri di Bantaeng 

Budi mengimbau hati-hati  jika ingin menggunakan anggaran. Ia meminta pemerintah setempat lebih produktif dan bisa bertanggung jawab.

“Anggaran ada, tapi harus hati-hati dalam penggunaan. Saya akan berbicara lagi dengan Pak Gubernur dan Unhas membahas rekomendasi untuk bahas masalah ini,” kata Budi, usai meninjau kemajuan pengerjaan Rel Kereta Api di Barru, Selasa (20/12).

Di lain kesempatan, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang meminta agar masalah lahan untuk Bandara Buntu Kunik segera dirampungkan. Apalagi permasalahannya  bukan lagi berada pada pemerintah pusat, tapi pada pemerintah dan masyarakat  Toraja itu sendiri.

Baca Juga:  Tanpa Bandara, Pariwisata Toraja Sulit Berkembang

“Saya minta ini segera diselesaikan, agar masalah yang menghambat pembangunan bandara dapat cepat selesai,” kata Agus.

Seperti diketahui, Bandara Buntu Kunik dipersiapkan untuk pesawat berbadan besar dengan rute penerbangan langsung. Kehadiran bandara ini diharapkan akan meningkatan kunjungan wisatawan di Toraja.(*)

Baca juga : Agus AN Mewanti-wanti Masalah Teknis Buntu Kunik

//

Bottom ad