INIPASTI.COM, JAKARTA – Dengan lugas, Prof Salim Said menjelaskan hubungan negara dengan Agama Islam. Dari pengamatannya, kebanyakan umat Islam memandang bahwa negara ini kurang bersahabat dengan Agama Islam.
Pernyataan Prof Salim Said ini sekaligus menjawab tantangan Ali Mochtar Ngabalin yang sebelumnya menantang untuk menunjukkan bukti bahwa pemerintah anti Islam.
“Tadi saudara Ngabalin cerita bahwa negara ini tidak memusuhi Islam. Saya mau katakan, fakta adalah satu hal, persepsi adalah hal yang lain. Persepsi umumnya orang Islam, adalah bahwa negara ini kurang bersahabat kepada Islam dan itu sejarahnya panjang,” tegas penulis asal Kota Parepare ini pada acara ILC ‘Misteri Penusuk Wiranto’, Selasa, (15/10/2019).
Pengamat militer ini pun mengungkapkan bahwa hal itu dimulai dari zaman penjajahan. Di mana waktu itu, katanya, penjajah Belanda secara terang-terangan menunjukkan kebenciannya terhadap Agama Islam. Berbagai macam cara dilakukan oleh penjajah Belanda agar Islam ditinggalkan oleh umatnya pada waktu itu.
“Proses ini masih jalan, sisa luka masa lalu juga masih ada. Itu satu poin, dan itu penting, hubungan Islam dan negara. Jangan dianggap sudah selesai, belum selesai, sebab ada kepentingan-kepentingan yang berbeda di bawah sana,” ungkapnya.
Olehnya, untuk menghilangkan persepsi itu, Prof Salim Said menyarankan agar pejabat negara harus bekerja dengan keras supaya dipercayai oleh masyarakat. Karena menurutnya negara tidak bisa maju kalau pemerintahnya tidak dipercayai oleh masyarakatnya.
“Pemerintah sulit dipercaya oleh rakyat, terutama oleh orang Islam yang sudah lama merasa tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Persepsinya seperti itu, salah sedikit pasti orang Islam yang salah. Teroris, nanti orang Islam lagi yang salah. Ada persepsi itu. Na itu yang harus kita atasi,” ujarnya.
“Saya kira ini hanya bisa diatasi, kalau kita bisa mendapat pemerintah yang kuat, dipilih dengan baik, dan dipercayai oleh masyarakat,” tambah Prof Salim Said.
Karenanya, dia mengharuskan aparat negara untuk bekerja keras memulihkan kepercayaan masyarakat. Karena menurutnya selama ini aparat negara terutama kepolisian, dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.
“Untuk itu, para aparat negara termasuk politisi, harus bekerja sama, cepat-cepat memulihkan kepercayaan masyarakat kepada aparat negara. Sehingga tidak akan ada isu bahwa seorang Wiranto sudah ditikam serius, lalu tidak dipercayai,” sarannya.
“Karena cara menyampaikan berita itu kepada publik juga mengacaukan orang. Yang akhirnya, ‘maaf bapak polisi dan BIN’, akhrinya anda-anda bekerja sepertinya tidak profesional padahal anda kerja keras. Kenapa? Karena anda menghadapi masyarakat yang tidak percaya kepada negara,” tambahnya.
“Sebagian besar warga negara, tidak percaya kepada negara. Itu yang harus diperbaiki. Kalau tidak begitu ini akan terus kejadian. Dan untuk itu, tugas rakyat adalah memilih pemerintah yang bisa dipercayai dan kuat,” tutupnya.
(Sule)










