Soal Quick Count, Rocky Gerung : Metodenya Ilmiah Tapi Pemanfaatannya Politis

Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat (quick count) Pemilu 2019. Rerata lembaga survei tersebut memenangkan pasangan 01 Jokowi-Amin dengan selisih 5-10 persen atas Prabowo-Sandi.

Atas hasil yang ditampilkan tersebut, Rocky Gerung angkat bicara pada acara dengan yang mengangkat tema ‘Quick Count Pilpres 2019’ yang disiarkan di CNN Indonesia. Tanpa menyangkal keilmuan metode survei, Rocky Gerung memandang bahwasanya hasil quick count sarat akan muatan politis.

“Yang ilmiah itu metodenya, yang orang ragukan pengguna metode itu tuh, kan itu soalnya. Tentu saja pembuktian seratus tahun dengan metode yang sama, kita sebut itu ilmiah. Jadi yang ilmiah itu metodenya, tetapi penggunaannya, pemanfaatannya itu pasti politis, tidak ilmiah. Metodenya dimaksudkan untuk agar supaya tidak ada yang dipermainkan, tapi yang pegang metode itu punya intensi untuk mempermainkan karena keadaan tadi,” jelas Rocky.

Baca Juga:  Sah! Appi-Cicu Nomor 1 DIAmi Nomor 2

Pengamat politik ini pun berpendapat bahwasanya perdebatan tentang quick count ini belum tepat waktu. Menurutnya, baik quick count yang memenangkan Jokowi-Amin maupun real count versi BPN, keduanya belum final.

“Soal quick count, kita berdebat untuk sesuatu yang sebetulnya dua-duanya itu palsu. Quick count tetap ada problem karena itu bukan kesempurnaan. Real count, baik yang diklaim oleh pak Prabowo maupun yang diklaim oleh orang lain, juga belum selesai. Ketegangan ini ada di dua hal, ingin memenangkan psikologi pemilih ada di Kartanegara, ingin membuktikan bahwa realitas telah terjadi ada di pak Jokowi,” tukasnya.

Baca Juga:  Bahas RUU Kewarganegaraan, Akbar Faizal Diskusi Dengan WNI dan Diaspora Di Rusia

Ia pun berpandangan bahwasanya kedua calon presiden ini tidak percaya pada hasil quick count. Ketidakpercayaan Prabowo, menurut Rocky, ditunjukkan dengan mengklaim kemenangan dengan menggunakan real count. Sedangkan ketidakpercayaan Jokowi adalah dengan tidak mengklaim kemenangannya.

“Saya bikin ringkasannya, pidato pak Prabowo, pesannya, dia tidak percaya pada quick count karena itu dia klaim. Pak Jokowi percaya enggak pada quick count? Dia juga enggak percaya, karena itu dia belum klaim, kan itu sama saja kan. Dari segi bahasa tubuhnya, pak Jokowi juga tidak percaya pada quick count, Kalau dia percaya, dia akan klaim juga,” sebut Rocky. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.