INIPASti.COM, MAKASSAR – Polemik pasar sentral yang sampai saat ini belum terselesaikan, bahkan beberapa waktu lalu akhirnya memanggil Pemerintah kota untuk membahas permasalahan ini, untuk mencari solusi terbaik soal pedagang Pasar Sentral. Rapat koordinasi terus dilakukan bersama seluruh pihak.
Seperti diketahui, pembangunan New Makassar atau Pasar Sentral pasca kebakaran Mei 2014 silam, mengakibatkan para pedagang yang menjadi korban terpaksa membuka lapak jualan di luar area gedung Pasar Sentral. Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono melihat perlu upaya berupa solusi blesaiersama baik untuk para pedagang, pengelola dan masyarakat umum pengguna jalan.
“Ada pekerjaan yang tersisam namanya Pasar Sentral, Sentral adalah sisi lain dari Keindahan Kota Makassar yang berkurang. Satu, kemacetan karena menggunakan bahu jalan,” kata Sumarsono, Minggu (6/5/2018) malam.
Jalan yang dimaksud yaitu, sepanjang Jl HOS Cokroaminoto dan KH Agus Salim. Inilah yang akan dikembalikan fungsi jalan perlu dilakukan dan juga para pedagang tetap bisa berjualan.
“Bagaimana solusinya? Mengembalikan fungsi jalan ke sedia kala. Kedua, bagaimana mengoptimalkan dan memfungsikan Pasar Sentral sekarang bisa optimal karena pedagang masuk ke dalam,” ujarnya.
Di sisi lain, terdapat upaya negosiasi dengan pihak pengelola PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), yang dinilainya telah mengurangi tuntutan pada pedagang. Proses inilah yang ditekankan Sumarsono untuk dicarikan solusinya oleh Plt Wali Kota Syamsu Rizal. Relokasi tanpa merugikan banyak pedagang.
Ketiga, membentuk tim promosi agar pedagang yang masuk ke dalam gedung pasar tetap dapat berjualan dan tidak rugi, masyarakat pembeli jug datang membeli.
“Terus tim promosi tersebut, bisa meyakinkan banyak pembeli, pembeli datang ke pasar sentral tersebut. Jadi harus ada cara bagaimana menggerakkan pembeli bisa datang ke Pasar Sentral, terutama pada bulan puasa menjelang lebaran” jelasnya
Setelah pedagang pindah, maka jalan tempat mereka berjualan akan dibersihkan. Kemudian dibetonisasi dan diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulsel atau Makassar.
Saat ditanya oleh sejumah awak media, soal Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah meminta mantan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menyelesaikan persoalan ini. Sumarsono mengaku melanjutkan apa yang dilakukan oleh SYL.
“Bukan tidak menyelesaikan, tetapi belum menyelesaikan, karena terbatas pada waktu (purna bakti). Saya-kan harus melanjutkan proses penyelesaian, apa yang kita bicarakan bagian dari kelanjutanya,” imbuhnya.
Penyelesaian permasalahan di pasar kebanggaan masyarakat Indonesia Timur ini, Sumarsono menyebutkan harus dilakukan melalui proses negosiasi dan persuasif, sehingga kebaikan semua pihak dapat dicapai.
(Iin Nurfahraeni)










