Soni Sumarsono: Pimpin Sulsel Tak Mudah

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Soni Sumarsono telah menyelesaikan tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, setelah pelantikan secara resmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) – Andi Sudirman Sulaiman periode 2018-2023 pada 5 September lalu

Serah terima jabatan pun  sudah dilakukan, Jumat (7/9/2018), dimana diawal dengan pemutaran video pelantikan Gubernur Sulsel dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman di Istana Negara. Kemudian penandatangan serah terima jabatan dan memori jabatan.

Inline Ad

Dilanjutkan sertijab Ketua TP PKK Sulsel periode 2018-2023. Dari Raden Roro Tri Rachayu ke Liestiaty F. Nurdin.

Soni sapaan akrabnya menyampaikan, selama menjabat lima bulan , diujung pengawalannya merasa bersyukur, walaupun Ia mengakui tidak mudah memimpin di Sulsel dan menyelesaikan masalahnya.

“Dibutuhkan orang pengalaman, dalam menjabat Sulsel selama enam bulan, paling utama mengawal transisi, Sulsel tidak mudah ditangani, diperintahkan tugas saya adalah membuat suasana politik berlangung aman, damai dan lancar” katanya.

Dirjen Otonomi Daerah ini juga menyampaikan, untuk keempat pasangan calon bertarung di Pilkada di Sulsel bersyukur luar biasa, karena bisa berjalan dengan baik. Serta Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan masyarakat telah terpilih.

“Pasangan nomor urut tiga luar biasa, itulah ukuran konkrit dari pilihan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, tugasnya selama di Sulsel ini adalah mengantarkan terpilihnya pimpinan terbaik di Sulsel. Dan meminta mereka agar mereka yang dulunya lawan, sekarang berteman dalam membangun Sulsel.

“Saya berharap ke empat kontestan menyatu kembali,” harapnya.

Ia mengimbuhkan,menangani Sulsel tidak mudah, setiap daerah punya karakteristik berbeda, diperlukan pendekatan khusus.

“Saya menjawab untuk Sulsel, satu minggu setelah menjabat, saya memperlajari peta, membangun Sulsel berbasis budaya dan berorietasi keindonesia,” paparnya.

Hal lain yang disampaikan dalam memimpin untuk tidak membedakan-bedakan dalam berkomunikasi.

“Ini yang disebut dengan sipakatau, sipakallebi, sipakainge dan sipatokkong. Inilah yang mengantarkan kepemimpinan saya hingga hari ini,” ucapnya.

(Iin Nurfahraeni)

 

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.