INIPASTI.COM, MAKASSAR– Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN XIV mengadakan bincang santai bertajuk mewujudkan kerja sebagai ibadah. Tema yang diangkat dari sebuah buku karangan Fahrizal Muhammad yang berjudul sekali hidup sepenuh hati. Acara ini berlangsung pada Jumat, 26 Maret 2021 secara daring.
Acara rutin ini menghadirkan Ismail Bactiar, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Hadir pula blogger profesional, Andita Sely Bestoro. Pembicara terakhir dari civitas akademika Universitas Negeri Makassar, Novi Yanti Pratiwi selaku dosen psikologi. Kegiatan ini diadakan secara daring dan peserta tercatat sebanyak 50 peserta baik dari karyawan PTPN XIV maupun kerabat keluarga karyawan.
Direktur Utama PTPN XIV, Ryanto Wisnuardhy merasa bangga diadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kapabilitas karyawan. Dia juga mengapresiasi para pemateri.
“Saya merasa bangga adanya bincang-bincang santai pada hari ini diadakan oleh SPBUN PTPN XIV. Narasumber yang dihadiri pula putra putri dari karyawan, yang banyak berprestasi pada bidangnya” ujarnya.
Lebih lanjut, Ryanto Wisnuardhy berpesan seluruh karyawan yang hadiri dapat mengukir dan meninggalkan nama yang baik di PTPN XIV.
“Sesuai judul webinar hidup itu singkat, mungkin untuk rekan rekan millenial memaknai sekali hidup sepenuh hati. Saya yakini setiap dari kita akan meninggalkan PTPN XIV. Kita meninggalkan PTPN XIV dengan sebuah nama, tentunya kita berharap PTPN XIV ini sebuah kebanggaan dan ceritakan anak cucu kita nantinya,”
Andita Sely Bestoro berbicara mengenai skill yang layak dimilik oleh karyawan millenial. Karakter karakter yang dibahas menjadi lebih penting untuk dinamika bisnis di revolusi industri 4.0.
“Saya akan berbicara kompetisi yang dibutuhkan millenial. Tak bisa dipungkiri lagi, dinamika bisnis gampang berubah. Kita harus menciptakan sesuatu yang menjawab masa depan. Ada 15 kompetensi yang dapat dimiliki oleh millenial. Hyper Competitive sekarang ini kita harus memiliki 15 karakter ini. Salah satunya kreativitas, orisinalitas dan inisiatif. Skilll ini jadi hot isue di Indonesia, karena membutuhkan millenial tiga hal tersebut,” ujar Andita Sely Bestoro.
Sedangkan Ismail Bactiar, memberikan motivasi kepada seluruh peserta dalam membangun mindset positif, demi kemajuan perusahaan.
Dia juga menceritakan sepak terjang karir sebelum memasuki masa dunia politik. Dia menyakini siklus dinamika perubahan sangat dinamis.
“Pengalaman 7 tahun sebelum masuk politik pemerintahan. Saya melihat ada satu siklus model yang membuat kesempatan itu tidak terjadi lagi. Kita harus mencintai pekerjaan kita. Antara mencintai perusahaan dan pekerjaan kita menjadi satu paket. Orang besar pada hari ini adalah orang punya inisiatif sendiri,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengaku bahwa bapak Ismail Bactiar merupakan seorang karyawan di Pabrik Gula Bone. Pabrik Gula Bone merupakan unit usaha PTPN XIV.
“Saya tadi cerita, notabene bapak saya cuman satpam yang di PG Bone. Ternyata ada rasa astusiasme proses menjadi satpam. Menikmati astusiasme tersebut saya merasa dapat berkontribusi ke perusahaan ini dengan rasa antusiasme yang lahir dari diri kita,” ujarnya.
“Adanya millenial di PTPN XIV di tahun ini. Sebisa mungkin do the best. Dimana pun teman teman diberikan amanah dilakukan sepenuh hati,” tutup Ismail Bactiar.
Novi Yanti Pratiwi selaku psikolog mengatakan bahwa millenial harus melek terhadap tujuan perusahaan. Selain itu, dia memberikan motivasi diri sendiri dalam mengambil keputusan.
“Kita dapat mencintai pekerjaan kita. Sebenarnya, millenial bertumbuh dan berkembang dalam versi sesuai kepribadian. Prose berpikir sangat menentukan bahwa yang kita pikirkan akan mempengaruhi sikap dan tindakan ke orang lain. Emosi dan tindakan dapat berpengaruh terhadap kerja kita,” ujarnya.
Ryanto Wisnuardhy berharap PTPN XIV dapat menghadirkan pembicara-pembicara untuk kegiatan yang serupa.
“Harapannya kita bisa menimbah ilmu dari beberapa narasumber yang kita undang. Semoga webinar ini menjadi sumber ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.










