Stafsus Milenial Jokowi Tak Kerja Full, Lantas Kerja Apa ?

Foto kolase staf khusus presiden (atas, kiri ke kanan) Adamas Belva Syah Devara, Andi Taufan Garuda Putra , Angkie Yudistia, Gracia Yosaphat Mambrasar, ( bawah, kiri ke kanan) Ayu Kartika Dewi, Putri Indrasari Tanjung dan Aminuddin Maruf, Kamis (21/11) Sumber : Kompas.com, foto : ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A/nz
Top Ad

INIPASTI.COM, Jakarta – Di teras Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan tujuh pemuda-pemudi yang menjadi stafsus (staf khusus)  untuk periode 2019-2024.

Tujuh milenial tersebut kompak mengenakan pakaian berwarna putih. Empat pemuda dan tiga pemudi ini, ditunjuk Jokowi sebagai staf khusus memang kebanyakan dari para pengusaha muda dan masih ada yang berniat lanjut kuliah.

Jokowi mengatakan staf khusus yang dia pilih tidak perlu bekerja penuh waktu (full time) di Istana. Dilansir Kompas.com, Kamis (21/11/2019) “Tidak full time, (karena) beliau-beliau sudah memiliki kegiatan dan pekerjaan,” kata Jokowi.

Baca Juga:  Kehebatan Jentang Mampu Menghambat Proyek Impian Jokowi

Selama lima tahun, Jokowi tak mempermasalahkan waktu kerja stafsus yang terpilih. Namun, Presiden Jokowi menegaskan kerja para staf khusus tersebut adalah dapat memberi masukan dan ide yang ingin disampaikan kapan saja.  Harapan mantan Gubernur DKI Jakarta ini, ide dan masukan dapat membantu kinerja pemerintah dan beliau siap mendengarnya.

Daftar baru staf khusus milenial Presiden Joko Widodo:

  1. Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru)
  2. Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur, anak pengusaha Chairul Tanjung)
  3. Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri dan CEO Amartha)
  4. Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke)
  5. Gracia Billy Mambrasar (Pemuda asal Papua, dapat beasiswa kuliah di Oxford)
  6. Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise – Kader PKPI, difabel tuna rungu)
  7. Aminuddin Maruf (Aktivis Kepemudaan Mahasiswa, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia )
Baca Juga:  Presiden: Hoaks Harus Diluruskan untuk Hindari Perpecahan

(Dhirga Erlangga)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.