INIPASTI.COM, MAKASSAR – Salah satu mantan Mentri ESDM RI, Sudirman Said membawakan kuliah umum yang bertema “Menjadi Pemimpin, Membangun Jiwa Bangsa” di Balai Sidang Universitas Bosowa (Unibos), Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (18/11/2016).
Dalam pemaparan materinya, Sudirman mengatakan menjadi pemimpin tidak hanya berarti membangun fisik suatu bangsa namun perlu juga untuk membangun kejiwaan masyarakat.
“Yang juga kita bangun dengan mati-matian adalah kejiwaan kita,” ujar Sudirman Said pada peserta kuliah umum.
“Pembangunan itu bukan cuma fisik, kita butuh pemimpin yang bisa membangun jiwa dan karakter bangsa. Bukan hanya membangun badan tapi juga membangun jiwa,” tambahnya.
Sudirman juga menjelaskan bahwa pemimpin yang baik adalah dia yang senantiasa ingin mendorong orang-orang di sekitarnya untuk maju. Selain itu, pemimpin yang baik itu selalu menganggap setiap bagian itu penting dan selalu berusaha memanfaatkan potensi masing-masing bagian agar dapat bersinergi dengan baik.
“Pemimpin harus berkonsep menata pemain, menata dan menghubungkan setiap bagian serta menganggap semua bagian penting,” ungkap Sudirman.
“Seperti seorang dirigen yang bisa menggerakan setiap potensi pemain musik orkestra untuk menghasilkan simfoni yang baik dan merdu,” pungkasnya.
Selain itu, Sudirman Said juga mengatakan kejujuran dalam kepemimpinan itu sangat penting.
“Kalau kurang cerdas bisa belajar, kalau kurang cakap bisa diajari, tapi kalau kurang jujur itu tidak bisa diapa-apakan,” papar Sudirman saat mengutarakan quote dari Bung Hatta.
Sementara itu, Sudirman Said juga berharap Mahasiswa Unibos bisa belajar dengan baik utamanya terkait dengan kepemimpinan karena kesempatan untuk menjadi pemimpin di Indonesia sangat terbuka luas.
“Kesempatan menjadi pemimpin sangat terbuka, ada 17.000 Pemimpin Publik di Indonesia mulai dari tinggat atas sampai bawah,” tandasnya.










