Suka Duka dan Semangat Mengabdi Ibu Yuliana Safitri,S.pd, Mengajar Selama Pandemi

foto: Yuliana Safitri,S.pd- guru TKIT Bina'ul Insan -Dompu

INIPASTI.COM, DOMPU NTB – Memasuki awal tahun 2021 pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda menghilang.Kendati demikian pemerintah sangat gencar mengampanyekan pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan, dengan harapan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Perilaku hidup sehat masa pandemi diterapkan seperti 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), upaya tersebut diyakini bisa menekan angka pasien covid-19.

Inline Ad

Dengan diterapkannya protokol kesehatan tersebut seperti jaga jarak maupun karantina mandiri, memaksa banyak orang harus beraktivitas di dalam rumah masing-masing termasuk belajar dan bekerja.

Kondisi tersebut berimbas pada hampir semua sektor, termasuk sektor pendidikan yang terpaksa harus merubah perilaku atau gaya kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka.

Terhitung sejak maret 2020 hingga awal tahun 2021 banyak sekolah yang harus dilaksanakan secara online.

Kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi setiap jenjang pendidikan mempunyai problem masing-masing,Ada guru SD yang mendatangi rumah siswanya satu-persatu untuk mengajari para muridnya, ada siswa SMP yang terkendala gadged serta siswa SMA yang kesulitan terjangkau koneksi internet dan masih banyak lagi problem lainnya.

Penerapan pembelajaran jarak jauh sempat menuai pro kontra baik dari pihak murid, wali murid maupun guru.

Seperti halnya Yuliana safitri,S.Pd, salah seorang guru TKIT Bina’ul Insan di Kabupaten Dompu NTB, Ibu guru yang akrab di sapa Yana ini sedikit menceritakan suka dan duka mengajar selama pandemi.

Baca Juga:  Rektor Tanam Perdana Galur Jagung Hibrida

Menurutnya kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi kurang menyenangkan, lantaran dalam setiap pertemuan murid yang ikut belajar dibatasi dan juga siswa tidak berkembang sesuai harapan.

“Kurang menyenangkan karna Selama pandemi itu di bagi beberapa sesi/kelompok yang di bagi dan dalam seminggu hanya 2× pertemuan.. permasalahan yang sering dihadapi adalah mengulang pelajaran yang sama di setiap pertemuan dan dengan keterbatasan waktu siswa tidak berkembang seperti yg diharapkan,” Alumni STKIP Bima ini mulai menceritakan pengalamannya saat di hubungi Inipasti.com

Perempuan yang juga Alumni SMKN 1 Woja ini merasa prihatin terhadap siswanya karena penerapan belajar yang tidak maksimal

“Siswa sekarang benar-benar tidak berkembang seperti semestinya…Anak TK di Suruh belajar Online Sudah pasti Sama halnya mereka di suruh berenang melewati lautan luas,” lanjutnya.

Memang tidak mudah mengajar anak apalagi mengajar anak usia dini terlebih anak-anak yang bisa kapan saja bisa berubah pikirannya, hal tersebut didasari oleh anak usia dini belum bisa mengontrol diri dengan baik, dominan dari mereka belum terlalu lancar berkomunikasi sehingga sulit bagi mereka mengutarakan apa yang dirasakan, hal tersebut semakin sulit lantaran penerapan belajar yang tiba-tiba berubah dari yang sebelumnya belajar dilakukan bersama teman-teman dengan penuh semangat dan keceriaan, sekarang dilakukan sendiri-sendiri dan kurang menarik.

Baca Juga:  Mahasiswa Pinrang Diharapkan Berkontribusi Membangun Daerah
susana belajar mengajar saat pandemi

Hal ini juga membuat orang tua siswa bingung dan kewalahan terhadap penerapan proses belajar saat pandemi, karena tidak semua orang tua paham memperlakukan anak saat suasana hati anak berubah-berubah.

Beberapa keluhan dari orang tua siswa yakni lambat berkembang serta kesulitan mengajak anaknya untuk belajar di rumah

“Adaa…keluhan orang tua sama dengan keluhan guru Perkembangan anak terhambat dan adanya kesulitan mengajar anak di rumah karena rata-rata anak tidak mau di ajak belajar di rumah oleh Orang tuannya sendiri..kemauan belajar anak sulit kalau di rumah,” lanjut Yana menceritakan

Meski pandemi masih belum reda proses belajar mengajar tidak boleh lumpuh total, dalam kegiatan belajar masih tetap dilakukan dengan terus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pandemi juga menjadi momentum untuk mengedukasi murid bahwa pentingnya pola hidup sehat, dalam berbagi kegiatan belajar mengajar dan saat menjalankan ibadah salat, para murid tetap diajari untuk menjaga jarak dan memakai masker.

Baca Juga:  Moratorium UN Ditolak Jokowi, SYL: Tidak Ada Pengaruh di Sulsel

Seperti yang diceritakan oleh ibu guru Yana, “Ia,Memakai masker,Mencuci tangan dan menjaga jarak… Sholat aja di kasih jarak oleh kita”

penerapan protokal kesehatan saat ibadah salat

Meski dalam proses belajar mengajar Selama pandemi mendapat berbagai problem, hal demikian sama sekali tidak mengurangi semangat Ibu Yuliana safitri dan jajaran guru lainnya untuk tetap mengabdi.

“Walaupun pandemi harus tetap semangat donk… MASA depan anak bangsa tetap penting dari rasa ego karena Keadaan,” Tutupnya

 

//Limindo

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.