INIPASTI.COM, MAKASSAR – Banjir yang melanda Kabupaten Wajo, salah satunya disebabkan luapan air dari Danau Tempe, diharapakan Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono hingga menyebabkan ribuan hektar sawah terkena banjir dan puso diharapkan menjadi yang terakhir.
Mengingat sedang dilakukan pengerjaan revitalisasi Danau Tempe, dimana diharapkan nantinya fungsinya bisa kembali seperti semula, “Saya harap tahun ini terakhirlah banjir, karena saat ini revitalisasi Danau Tempe sedang dilakukan,”ujar Sumarsono.
Ia menambahkan, revitalisasi danau tempe dimana sedimentasi dikeruk nantinya akan membentuk tiga sampai enam pulau, dimana nantinya akan dibentuk pulau – pulau kecil, selain mengembalikan manfaat dari danau tersebut.
Seperti diketahui, setiap tahunnya akibat curah hujan yang tinggi, mengakibatkan volume air di danau tempe meluap bukan hanya merendami rumah warga dan sawah yang disana.
Revitalisasi danau tempe, akan dilakukan dalam tiga tahap, dimana membutuhkan waktu tiga tahun dalam menyelesaikan tiap tahapan tersebut.
Untuk progress sampai dengan 7 Mei 2018, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Tengku Iskandar menyebutkan,terhadap nilai kontrak untuk Fisik dari rencana 44,53 persen yang terealisasi 48,22 persen. Untuk keuangan sendiri telah mencapai 47,001 persen dari target 48,22 persen.
Sementara itu, untuk pagu anggaran 2018 nilainya mencapai Rp 180 miliar dengan realisasi Rp 89 miliar masih ada tersisa Rp 91 miliar.
Sedangkan untuk, Kabupaten Soppeng yang lokasinya terletak di Kelurahan Attang Salo, Limpomajang dan Kaca, luas area pengerukan 289 Hektar, dengan volume pengerukan 2,81 juta sampai saat ini realisasi fisik terhadap nilai kontrak targetnya 40,48 persen target yang tercapai 36,58 persen. Sedangkan untuk keuangan pencapaiannya sudah 36,30 persen dari target 36,58 persen.
Untuk Kabupaten Sidrap , yang pengerjaanya dilakukan di kelurahan Wette’e Kecamatan Panca Lautang dengan luas area pengerukan 227,53 ha sampai saat ini untuk nilai kontrak secara fisiknya targetnya 42,18 persen yang tercapai baru 31,88 persen. Untuk keuangan sampai saat sudah targetnya 31,88 persen dengan realisasi 24,059 persen.
(Iin Nurfahraeni)










