Surat Terbuka Pakar Keamanan Republikan Tolak Trump

INIPASTI.COM, SEPUCUK surat terbuka yang ditandatangani 50 pakar keamanan Republikan memperingatkan bahwa calon presiden partai mereka Donald Trump “akan menjadi presiden paling ugal-ugalan” dalam sejarah Amerika Serikat.

Kelompok itu–antara lain termasuk mantan direktur CIA Michael Hayden–mengatakan Donald Trump “tidak memiliki karakter, nilai dan pengalaman” yang diperlukan untuk menjadi presiden.

Banyak di antara penanda tangan menolak membubuhkan tanda tangannya untuk surat yang sama Maret lalu.

“Tidak seorang pun di antara kami yang akan memberi suara buat Donal Trump,” kata surat tersebut sebagaimana dikutip BBC.

Surat itu muncul menyusul sejumlah tokoh terkemuka partai Republik yang tampil menyatakan penolakan mereka terhadap Trump.

Baca Juga:  Hillary Bukukan Sejarah

Trump pada beberapa kesempatan telah mengabaikan kebijakan luar negeri Republikan yang selama bertahun-tahun dijadikan acuan.

Sang calon presiden mempertanyakan apakah AS masih harus mempertahankan komitmennya terhadap Nato, mendukung digunakannya penyiksaan dalam interogasi dan menyarankan Jepang dan Korea Selatan mempersenjatai diri mereka dengan senjata nuklir.

“Dia melemahkan otoritas moral AS sebagai pemimpin dunia bebas,” kata surat itu.

“Dia tampak tidak memiliki pengetahuan dasar tentang dan tidak percaya kepada konstitusi AS, hukum AS, dan institusi AS, termasuk toleransi umat beragama, kebebasan pers, dan independensi pengadilan.”

Baca Juga:  Lima Sebab Donald Trump Menang

Termasuk di antara mereka yang bertanda tangan adalah John Negroponte, direktur pertama intelijen nasional kemudian menjadi deputi menteri luar negeri; Robert Zoelick, yang juga merupakan mantan deputi menlu dan mantan presiden Bank Dunia; dan dua mantan menteri keamanan dalam negeri, Tom Ridge dan Michael Chertoff.

Surat tersebut menggemakan sentimen yang sama yang dikemukakan para pejabat keamanan nasional Republikan pada Maret lalu, namun surat baru itu muncul setelah Donald Trump mengajak Rusia untuk membobol server email Hillary Clinton, menurut the New York Timer yang dikutip BBC.

Baca Juga:  Trump Caci Maki Wartawan

Belakangan, Trump mengatakan bahwa dirinya hanya “bersikap sarkastis” ketika menyarankan pembobolan email saingannya.

Tokoh yang tidak bertanda tangan dalam surat itu antara lain para Mantan menteri luar negeri Hnery Kissinger, George Shultz, James Baker, Collin Powell dan Condoleezza Rice.

Sebagian dari penanda tangan berencana memberikan suaranya buat lawan Trump dari partai Demokrat, Hillary Clinton, sedangkan sebagian lain menolak memberikan suaranya kepada keduanya, namun “mereka semua sepakat bahwa Trump tidak memenuhi syarat dan akan membahayakan,” kata John Bellinger, mantan penasihat hukum Condoleezza Rice, yang membuat draft surat tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.