INIPASTI.COM, TAKALAR – Bupati Takalar Syamsari Kitta hadir di Masjid Agung Takalar untuk melaksanakan shalat tarwih. Ia hadir pada malam ketiga Ramadhan ini bukan untuk menyampaikan program kerjanya. Melainkan dirinya membawakan ceramah di hadapan ratusan jemaah tarwih, Selasa, (7/5/2019).
Dalam ceramahnya, ia mengutip beberapa ayat suci Alquran dan hadist nabi. Salah satunya ia menyampaikan sebuah dalil yang maknanya ‘Satu hari di akhirat setara dengan seribu tahun di dunia’.
Orang nomor satu di Kabupaten Takalar ini pun menganalogikan hal tersebut. Menurutnya dalil tersebut telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Di mana hal tersebut ia contohkan dengan perbedaan revolusi Bumi dan revolusi Neptunus terhadap Matahari.
“Setiap planet itu mengitari matahari. Dan Bumi yang merupakan planet ketiga, membutuhkan setahun atau 365 hari untuk kembali ke titik awal. Sedangkan Neptunus, planet terjauh dari matahari itu membutuhkan 164,8 tahun untuk kembali ke titik awal. Dengan kata lain, sekali putaran, Bumi hanya 1 tahun, sedangkan Neptunus butuh 164,8 tahun untuk sekali putaran saja,” jelasnya.
Kenyataan itu, menurut dia, telah membuktikan dalil tersebut. Bahwasanya sehari di akhirat setara dengan seribu tahun di dunia. Olehnya ia berpesan kepada jemaah agar senantiasa memperbanyak ibadah dan menjalankan puasa dengan baik dan benar.
“Oleh karena itu, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Karena jangan sampai kita mendapatkan azab di akhirat. Kita disiksa di akhirat sehari saja, itu seperti kita disiksa seribu tahun. Sedangkan kita hidup di dunia ini saja tidak sampai seribu tahun,” pesannya.
Selain membawakan ceramah agama, Syamsari Kitta juga membagikan buku karyanya sendiri. Buku dengan Judul ‘Ramadhan Milenial’ itu meski mirip buku saku namun berisi pesan-pesan agama yang begitu dalam.

Setelah shalat tarwih dan witir secara berjemaah, Bupati Takalar ini menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan jemaah masjid. (Sule)










