INIPASTI.COM, MAKASSAR -Sebelum kembali ke Makassar, Gubernur Sulsel SYL singgah di Singapura. Kekagumannya terhadap negara yang dijuluki Kota Singa ini pun tergambarkan pada saat dia melakukan olahraga di seputar jalan di dalam Kompleks Singapore Botanic Gardens.
Minggu pagi (9/10) usai salat subuh, Gubernur Sulsel SYL melakukan olahraga dengan lari pagi di seputar jalan di dalam Kompleks Singapore Botanic Gardens.
Hutan yang berada di tengah Kota Singapura ini memiliki koleksi tanaman yang cukup lengkap dengan tanaman endemis Singapura.
Kebun ini mencapai luas sekitar 64 hektare. Pemandangan yang menarik, pohon rindang, dan teduh ditambah dengan gemercik air buatan mengalir laksana sungai dengan pepohonan yang rindang hijau.
Sesekali kedengaran kicauan burung dan serangga hutan lainnya mengeluarkan bunyi-bunyian alam yang khas. Selain itu ada juga Taman Nasional Anggrek (National Orchid Garden) yang sangat memesona dengan bunga yang lagi mekar.
Usai jalan dan berlari di bawah rimbunan hutan kota di Singapura, kepada Inipasti.com, Gubernur Sulsel SYL mengatakan, “Saya sebenarnya bermimpi juga untuk menghadirkan Botani Garden Singapura di Centre Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar,” katanya Minggu (9/10) di pintu gerbang Singapore Botanic Gardens.
Kehadiran hutan di tengah Kota Makassar terutama di CPI Makassar, sangat strategis karena selain menjadi paru-paru kota juga menjadi sarana rekreasi warga Kota Metropolitan Makassar dan sekitarnya.
Nampak hadir dalam olahraga pagi di hutan kota Singapura, para profesor yang menjadi anggota tim ahli dalam menjalankan roda pemerintahan. Di antaranya; Prof Dr M Tahir Kasnawi SU, Prof Dr Armin Arsyad MSi, Prof Dr Syamsul Bahri, dan Prof Dr Ir H Ambo Tuwo DEA. Sedangkan dari UIN Alauddin ada Prof Hamdan Djuhannis MA PhD dan Prof Dr H Bahaking Rama MS.
Usai Gubernur menerima penganugerahan Doktor Kehormatan HC dari kampus Universiti Tun Husein Onn (UTHM) Johor Malaysia, Sabtu (8/10), Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan via darat ke Singapura. Selanjutnya Minggu siang dan sore kembali ke Makassar, via Bandara Changi Singapura, Cengkareng Jakarta, dan Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca juga : Menelusuri Jejak Kehadiran Orang Bugis di Musium Pontian Johor
//










