INIPASTI.COM – Tim Manajemen Vertical Rescue Tagana Sulsel yang dipimpin Sdr. Aspar dari Tagana Kompi UIN Alauddin Makassar, beranggotakan empat orang,
Diantaranya utusan Tagana dari Luwu Utara an. Muh. Tamsir, Ari Handayani Kabupaten Sinjai dan Dedy.SB dari Kota Makassar, berhasil mengukir prestasi nasional, sebagai juara pertama lomba manajemen vertical rescue tingkat nasional, pada kegiatan Jambore dan HUT Tagana ke-17 di Pangandaran Jawa Barat.
Pelaksanaan HUT Tagana ke-17 dan Jambore Tagana yang digagas Kementerian Sosial diikuti 4 orang dari masing-masing provinsi mempertandingkan tiga cabang keterampilan lomba yaitu Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Lomba Manajemen Vertical Rescue dan pertolongan di korban di air (Water Rescue)
Berlangsung tgl 28 s/d 31 Maret 2021, dan puncak acara dihadiri Menteri Sosial RI didampingi Dirjen Perlinjamsos, Pepen Nazaruddin di Pantai Timur Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Kamis 31/3/21.
Kehadiran empat atlit Tagana Sulsel yang diundang Kemensos, merupakan anggota Tagana yang direkomendasi pada senior masing-masing, Subhan Rahim, Yogi, Ahyan Arif dan Sukimin.
Hasilnya cukup menggembirakan dan menjadi kebangkitan Tagana Sulsel untuk senantiasa terus berlatih dan meningkatkan kapasitas, sebagaima yang dilakukan Tagana Kompi UIN dengan berlatih rutin setiap Sabtu petang di Kampus Hijau Samata.
Keberhasilan tim Sulsel tidak lepas dari dukungan dari para instruktur yang telah melatih tanpa pamrih serta kemampuan mengasah diri masing-masing anggota di daerah masing-masing.
Dengan hasil sebagai juara pertama, maka menjadi tantangan bagi Tagana Sulawesi Selatan, untuk mengembangkan kemampuan personil, bukan saja di bidang vertical rescue, tetapi bisa dikembangkan di unit water rescue, Manajemen Shelter, Ke-posko-an, serta tindakan pertolongan pertama pada korban gawat darurat.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, DR Firdaus Muhammad, MA memberikan apresiasi atas kemenangan ini, selanjutnya mengharapkan agar Tagana Kompi UIN untuk tidak bosan-bosannya terus berlatih dan memantapkan pengetahuan di bidang ke-Tagana-an, karena kelak akan sangat bermanfaat, setelah mahasiswa kembali ke masyarakat, sebagaimana Sdr. Aspar yang saat ini meraih juara pertama tingkat nasional.
Sementara itu, Kajur Kessos DR H. Ilham yang ikut hadir di acara pelaksanaan Jambore Tagana dan HUT Tagana ke-17 di Pangandaran Jawa Barat, dapat melihat langsung bagaimana perkembangan Tagana di masing-masing provinsi dan semoga pengalaman yang diterima dapat dikembangkan di Tagana Kompi UIN Makassar.
Menteri Sosial RI didampingi Dirjen Linjamsos, Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si berjanji untuk tetap mengawal Tagana, dengan kehadiran Mensos di berbagai lokasi bencana di tanah air, telah memberi banyak pengalaman.
Sebagaimana diungkapkan dalam sambutan Puncak HUT Tagana ke-17 di Pangandaran, tentang proses pertolongan di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, dimana dengan ketiadaan penerangan di malam hari, maka pada kondisi darurat seperti itu, memerintahkan sopir untuk menyalakan lampu mobilnya, tutur Mensos dihadapan anggota Tagana yang memenuhi Kawasan Pantai Timur Pangandaran yang turut didampingi Ibu Susi Pujiastuti karena merupakan kampung halaman beliau.
Kementerian Sosial RI berkomitmen untuk menguatkan potensi sosial, salah satunya Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Menteri Sosial Tri Rismaharini menuturkan, kendati harus menempuh berjam-jam perjalanan darat tetapi dilakukan untuk menghadiri Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke-17 Bhakti Sosial dan Jambore Nasional di Plaza Pantai Timur Kabuapten Pangandaran, Jawa Barat.
Menteri Sosial menyatakan terpenting Kementerian Sosial (Kemensos) Hadir dan selalu ada di tengah-tengah masyarakat di manapun berada.
Rangkaian acara Mensos di Pangandaran disambut tarian penyambutan dari anak-anak disabilitas, dilanjutkan penerimaan Pataka Tagana dari Tim Ekspedisi Tagana Menjaga Alam.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan truk kepada pemerintah Kabupaten Pangandaran, launching produk hasil kerja sama Direktorat PSKBA, serta Deklarasi Nelayan Siaga Bencana.
Mensos Risma menyebut, Tagana adalah ujung tombak Kementerian Sosial dalam penanganan bencana ini. Mereka mengambil peran terdepan dan dengan penuh dedikasi dalam bertugas.
Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke-17 yang lahir pada tanggal 24 Maret 2004, Mensos menyampaikan apresiasi tinggi dan kebanggaannya.
Dalam beberapa kunjungan ke lokasi bencana, saya melihat mereka bekerja penuh dedikasi dan pengorbanan di tengah situasi sulit. Mereka bekerja tidak kenal lelah dan penuh pengorbanan. Selamat HUT ke-17 untuk Tagana,” Dirgahayu Tagana Indonesia (syakhruddin)










