INIPASTI.COM, KUBA – Abu kremasi Fidel Castro telah tiba di Santiago pada Sabtu (3/12). Rombongan melakukan perjalanan selama empat hari dari Ibu Kota Kuba, Havana. Abu kremasi Fidel – yang disimpan dalam kendi – akan dikubur pada Minggu waktu setempat di Santiago, kota tempat kelahirannya. Abunya akan ditempatkan di pemakaman Ifigenia, di mana pahlawan kemerdekaan Kuba, Jose Marti dimakamkan.
Presiden Kuba, Raul Castro, seperti yang dilansir dari laman bbc.com, memimpin langsung upacara penghormatan terakhir kepada saudaranya Fidel Castro di Kota Santiago, Kuba, sebelum dimakamkan. Raul Castro mengungkapkan tidak akan mendirikan monumen atau patung dada Fidel di seluruh Kuba.
Di hadapan massa, Raul bersumpah untuk menghormati prinsip-prinsip dan tujuan revolusi yang dipimpin oleh Fidel, yang meninggal pada 25 November di usia 90 tahun.
Raul mengumumkan bahwa Kuba akan melarang penggunaan nama Fidel Castro untuk monumen atau jalan, seperti yang diwasiatkan oleh Castro sendiri.
“Sang pemimpin revolusi sangat menentang segala bentuk pengkultusan dirinya,” kata Raul seperti yang dikutip dari bbc.com, Minggu (4/12).
Dihadiri puluhan ribu orang warga Kuba, upacara penghormatan terakhir ini dihadiri pula oleh sejumlah pemimpin dunia. Pemimpin Venezuela, Nikaragua dan Bolivia terlihat menghadiri upacara penghormatan terakhir Fidel Castro di Santiago.
Fidel Castro memimpin kelompok kecil untuk menggerakkan revolusi dengan menyerang barak militer itu pada 26 Juli 1953. Serangan itu gagal, tetapi upaya itu dianggap sebagai tindakan pertama dari sebuah revolusi yang akan menggulingkan pemerintah Fulgencio Batitta yang didukung AS pada 1 Januari 1959.
Sejauh ini ada berbagai pendapat tentang sosok Fidel Castro, yang memerintah Kuba dengan satu partai selama hampir setengah abad.Pendukungnya mengatakan dia telah mengembalikan Kuba kepada rakyatnya. Dia juga dipuji karena program sosialnya, seperti program kesehatan dan pendidikan
Tetapi para pengkritiknya menyebutnya sebagai seorang diktator, yang memimpin pemerintahan dengan tidak mentolerir aksi oposisi dan perbedaan pendapat. Raul Castro, adiknya, mengambil alih kekuasaan ketika kesehatan kakaknya memburuk pada tahun 2006.(*)
Baca juga : Kecelakaan Pesawat Renggut Nyawa Pemain Tim Chapecoense
//










