Tangkal Radikalisme dan Aliran Sesat, Kemenag Lakukan Ini

Pembukaan Pembinaan Tokoh Agama Islam (Rakor Pimpinan Ormas) oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir di Grand Palace Hotel Makassar, Kamis, (22/3/2018).

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulsel melakukan upaya untuk menangkal radikalisme dan aliran sesat. Melalui Bidang Penyuluhan Agama Islam Zakat dan Wakaf, dikumpulkan sebanyak 35 orang Tokoh Agama Islam se-Sulsel guna mengikuti kegiatan Pembinaan Tokoh Agama Islam (Rakor Pimpinan Ormas).

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pemahaman, posisi dan peran para tokoh Agama Islam dalam membentengi akidah umat dari pengaruh paham radikalisme dan aliran sesat yang mengatasnamakan Agama Islam,” ujar penanggung jawab kegiatan, Zulkifli Hijaz.

Inline Ad

Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Optimalisasi Peran Strategi Ormas dalam Menciptakan Suasana Kondusif dan Harmoni Kehidupan Umat’. Acara ini digelar di Grand Palace Hotel Makassar, mulai tanggal 22 sampai 23 Maret 2018.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan visi misi para tokoh agama, pimpinan ormas, dan pemerintah dalam upaya pembinaan dan penyelesaian problematika umat dari pengaruh aliran sempalan dan separatis yang menghambat proses pembangunan bangsa, agama dan masyarakat,” tambah Zulkifli Hijaz.

Baca Juga:  Kakanwil Beberkan Kebijakan Perhajian Tahun 2018

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel Abd Wahid Thahir mengatakan bahwa peran Kementerian Agama dalam pembangunan bidang keagamaan sangat dibutuhkan. Karena sesuai tuntutan UU dan visi misi Kementerian Agama, sebutnya, dengan tegas menyatakan bahwa hal itu merupakan tugas utama Kementrian Agama.

“Visi misi Kementerian Agama adalah untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran nilai-nilai keagamaan, membangun kerukunan umat beragama, menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas, meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keumatan dan keagamaan, mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel, meningkatkan akses dan kualitas pensidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan terpercaya,” urai Wahid Thahir.

Salah satu upaya dalam rangka mewujudkan hal tersebut, katanya, Kementerian Agama tahun ini menginisiasi sebuah program. Program tersebut dinamakan SALAM (Silaturrahmi antar lembaga keagamaan). Program itu diharapkan menjadi wadah baru dan lebih aplikatif dalam upaya membangun komunikasi dan menemukan solusi yang terbaik untuk kerukunan dan kemaslahatan antar umat beragama.

Baca Juga:  Pemuda LDII Diingatkan Waspadai Efek Negatif Media Sosial

“Olehnya itu, Kementerian Agama sangat menaruh harapan besar kepada para tokoh agama dalam mendekatkan umat beragama dengan agamanya, sehingga bahasa kedamaian dan kesejahteraan bisa diwujudkan. Karena faktor agamalah yang diyakini mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan umat dan bangsa ini,” pintanya.

Menurutnya, di situlah peran penyuluh agama yang berkualitas sangat diharapkan akan mampu mengantarkan umat beragama memahami ajaran agamanya secara paripurna. Akan tetapi yang lebih penting lagi dari itu, kata dia, adalah cara penyuluh agama bisa memperlihatkan keteladanan. Karena ia menilai bahwa keteladanan adalah metode penyuluhan terbaik.

Kakanwil juga meminta agar para tokoh, pimpinan lembaga keagamaan dan penyuluh agama harus mendakwahkan ajaran agama yang moderat. “Bagi yang Islam, kita gaungkan ajaran Islam Washatiyah (Islam Moderat,red), yang memadukan antara nilai keagamaan dan nilai kebangsaan. Dan metodologi ini cocok dan pas untuk daerah dan negara kita,” pintanya lagi.

Baca Juga:  Rela Tidur di Mobil Demi Melihat Keluarga Berangkat Haji

Kegiatan ini selain menghadirkan Kakanwil selaku narasumber, juga akan menghadirkan Kapolda Sulsel, Kejati Sulsel dan Praktisi serta Akademisi. Pembukaan acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam Zakat dan Wakaf, Rappe. (*)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.