INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Ketua Tim Kampanye Daerah, Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Syamsul Bachri mengakui dukungan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel agak sedikit merosot pada Pilpres 2019 mendatang.
Hal ini disebabkan Pilpres kali ini tidak ada representasi tokoh sentral asal Sulsel yang masuk dalam nominasi Capres maupun Cawapres.
“Memang kita akui Pilpres 2014 lalu ada orang tua kita (JK) didalam mendampingi pak Jokowi sehingga dukungan bisa 71 persen. Mungkin sedikit berpengaruh di Pilpres yang akan datang,” kata Syamsul Bachri usai rapat konsolidasi internal di Hotel Claro, Jalan AP. Pettarani, Makassar, Rabu 26 September 2018.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini menyebutkan semua parpol koalisi menyadari hal tersebut. Sehingga KIK akan terus melakukan sosialisasi program yang diusung oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Salah satu daerah yang menjadi catatan khusus dari koalisi ini, kata dia pada Pilpres 2014 hanya Kabupaten Jeneponto yang dimenangkan oleh Prabowo-Hatta. Selebihnya dimenangkan oleh Jokowi-JK.
“Itu kita catat khusus dan melakukan langkah-langkah terbaik agar semua daerah di Sulsel dimenangkan oleh KIK,” ungkapnya.
Apalagi JK masih tetap diakomodir dalam KIK sebagai tim penasehat. Sehingga bisa berpengaruh terhadap dukungan dari Sulsel.
Ia mengungkapkan pihaknya kini menargetkan dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel mencapai 60 sampai 70 persen.
” Kan anggota penasehat Pak Nurdin Abdullah target lebih tinggi tapi saya kira itu angka yang cukup relatif lah. Sebenarnya tidak ada kekhawatiran. Mereka (Prabowo-Sandi) bukan sesuatu yang dikhawatirkan,” jelas Syamsul Bachri.
(Muh Seilessy)










