INIPASTI.COM, MAKASSAR – Salah satu lembaga survei independen terkemuka di Indonesia yakni SMRC (Saiful Mujani Research Consultant) baru-baru ini menempatkan Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagai Kementerian dan Lembaga Negara terbaik kedua di Indonesia. Kemenag RI tepat berada di bawah Kementerian Perikanan dan Kelautan yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti. Hasil survei itu menurut, Kepala Biro Umum Kemenag RI, Syafrizal mengindikasikan adanya tren positif di masyarakat melihat kinerja Kemenag.
“Ini patut diapresiasi, tapi hal ini juga harus menjadi cambuk untuk terus bekerja secara baik dan profesional, dan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tahun ini harus kita raih,” serunya pada kegiatan monitoring dan evaluasi pengelola data di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Senin (14/11/2016).
Syafrizal menegaskan, opini WTP tahun ini harus diraih karena menurut Menteri Agama RI, opini ini menjadi marwahnya Kementerian Agama. Karenanya, ia menyerukan kepada seluruh hadirin agar bekerja maksimal untuk meraih Kembali hal tersebut. Menurutnya, itu merupakan buah dari implementasi dari lima nilai budaya kerja yang gencar disosialisasikan dan diterapkan oleh Menteri Agama di awal kepemimpinannya.
“Jadi seluruh aparatur yang bekerja di Kementerian Agama harus menjadikan nilai budaya kerja ini sebagai basis nilai dan juga langsung menerapkannya. Ada lima nilai budaya kerja yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan,” tegas Karo Umum Kemenag RI ini.
Selain itu, Syafrizal juga memaparkan lima program unggulan Menteri Agama di tahun anggaran 2017 mendatang. Diantaranya, membenahi persoalan haji, pendidikan keagamaan, PKUB, suscatin, dan pengembangan dan pemanfaatan IT. Ia pun mengharapkan agar semua pihak harus mengawal program itu dari sekarang.
“Semua program yang ada di Kementerian Agama hanya bisa berjalan sukses dan lancar bila didukung oleh data yang valid dan akurat serta up to date, dan ketika kita ngomongin data ada tiga hal yang harus kita persiapkan secara maksimal, yaitu SDM pengelolanya, perangkat pelengkapnya, serta anggarannya,” tambahnya.
Menurutnya, disitulah peran aktif pimpinan memperhatikan ketiga hal tersebut, karena ketiganya memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Syafrizal pun mengingatkan bahwa semua program dan anggaran sudah berbasis data. Olehnya itu, ia berpesan kepada para pegawai Kemenag agar tidak main-main apalagi mengabaikan soal data.










