Telegram Diblokir, Ini Tanggapan Dekan Fikom UMI

Dekan Fikom UMI, Dr Dirgahayu Lantara (Foto: ISTIMEWA)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Rawan masuknya teroris di Indonesia dengan celah masuk melalui aplikasi Telegram sebagai langkah antisipasi pemerintah di Indonesia untuk memblokirnya, akan tetapi itu langsung dibantah oleh pengamat informasi teknologi Universitas Muslim Indonesia.

Hal tersebut dibantah Dr Ir H Dirgahayu Lantara yang juga Dekan Fakultas Ilmu Komputer UMI dengan menanggapi hal tersebut jika aplikasi Telegram itu tidak perlu ditutup, tetapi oknum yang menyalahgunakan harus diminimalisir.

Inline Ad

“Oknum yang menyalahgunakannya harus diminimalisir, bukan seharusnya diblokir, Kalau pun akan dihapuskan, tidak mungkin mereka bisa menghapusnya karena aplikasi telegram jangkauannya mendunia,” ujarnya saat dikonfirmasi via whatsapp, Rabu (19/7/2017).

Baca Juga:  Target Maba 2019 Fisip Unsa Makassar 300 Orang

Dikatakannya, jika penghapusan aplikasi telegram tidak akan menjadi solusi untuk menghindari adanya terorisime yang ingin melakukan kejahatan di Indonesia. Sehingga pemerintah harus lebih bijak menanggapi hal tersebut.

“Kalaupun aplikasi telegram akan dihapus, dengan cara apa pihak yang berwenang untuk menghapusnya. Kita ketahui bersama bahwa aplikasi telegram ini bukan aplikasi milik Indonesia saja akan tetapi seluruh negara menggunakan aplikasi telegram,” jelasnya.

Baca Juga:  Sejarah Baru, UNSA KKN Profesi di Mahkamah Konstitusi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan statement untuk menegaskan agar aplikasi telegram tersebut ditutup di negara Indonesia, pasalnya aplikasi tersebut menjadi pintu masuk teroris ingin memasuki negara Indonesia.

(Ahadri/Inipasti).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.