INIPASTI.COM,MAKASSAR – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memang telah rampung. Bahkan tahun ajaran 2017/2018 juga telah dimulai, namun aksi para oknum (Calo) yang menjanjikan masuk di sekolah tertentu, seperti di SMA Negeri 21 Makassar akhirnya terbongkar, bahkan orang tua diminta Rp 3 Juta.
Aksi para calo ini sebenarnya bukan baru diketahui, tapi sejak beberapa minggu lalu ketika proses penerimaan masih berlangsung. Bahkan akhirnya diketahui, para calo tak segan-segan kembali beraksi terkait penerimaan siswa baru di SMA Negeri 21 Makassar. Dan meminta sejumlah uang.
Salah seorang warga BTP, yang akhirnya mengikhlaskan anaknya tidak lolos masuk SMA 21, calo tersebut meminta bayaran Rp 3 juta per siswa dan menjanjikan bisa mengurus siswa lolos masuk di SMAN 21 yang berlokasi di Perumahan BTP.
“Para orang tua siswa diminta mengumpuljan uang uang Rp 3 juta per orang. Tapi akhirnya dia tidak berhasil,” sesal warga yang tak ingin identitasnya diungkapkan ini.
Ia menambahkan, bahwa semula dirinya percaya dengan oknum calo tersebut karena diceritakan oleh warga lainnya bahwa tahun-tahun sebelumnya ia meloloskan ratusan murid masuk ke sekolah tersebut. Sekarang hanya bisa gigit jari setelah mengetahui mekanisme PPDB online Disdik Sulsel tidak bisa dibeli.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kantor Dinas Pendidikan, Sulsel disambangi puluhan warga yang diduga digerakkan oleh calo yang dimaksud. Mereka menuntut adanya penambahan kuota domisili dan penambahan kelas.Namun, usaha mereka gagal, karena Dinas Pendidikan Sulsel tetap pada mekanisme yang telah dijalankan
Sekertaris Disdik Sulsel Setiawan Aswad menjelaskan bahwa tahun ini sistem PPDB yang ada sangat ketat, dan sesuai mekanisme yang telah diatur.
“PPDB online Disdik Sulsel tahun ini paling bersih. Tidak ada riak-riak berarti. Orangtua yang kecewa merasa puas, karena anaknya tidak lolos bukan karena faktor X tetapi memang karena tidak memenuhi syarat teknis yang ditentukan,” kata Setiawan, Rabu (19/7/2017)
(Iin Nurfahraeni)










