Terima 2 Penghargaan di 2016, Pemkab Matra Terus Berbenah Capai 5 Tujuan

Agus Ambo Djiwa bersama Presiden Jokowi

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) di bawah kepemimpinan Agus Ambo Djiwa dan Muhammad Saal sebagai Bupati dan Wakil Bupati terus mendapat penghargaan di tingkat nasional.

Diakhir 2016 Mamuju Utara telah menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni dari kementerian Hukum dan HAM sebagai kategori kabupaten peduli Hak Azasi Manusi (HAM) dan Penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo kategori daerah berkinerja baik tahun 2016 lalu.

Atas upaya penghargaan yang diterima, Pemkab Matra terus melakukan pembenahan untuk mencapai 5 tujuan yakni menuntaskan pengangguran, memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan income perkapita (pendapatan), mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunnya angka kemiskinan.

Baca Juga:  Bupati Pasangkayu Buka Lomba Jaga Desa 2018

“Tugas utama seorang pejabat adalah harus mencapai lima tujuan di atas (menuntaskan pengangguran, memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mendongkrak income perkapita (pendapatan), mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan), percuma menjadi seorang kepala daerah jika belum mencapai hal ini,” tegas Bupati Mamuju Utara, Agus Ambo Djiwa, belum lama ini.

Ia menjelaskan penduduk miskin di Mamuju Utara sendiri mencapai 4,75%, sedangkan tingkat pengangguran 1,4%.

Agus Ambo mengatakan, masalah sesungguhnya bangsa ini adalah pengangguran dan kemiskinan yang belum mampu ditangani oleh semua kepala daerah. Sementara masyarakat sendiri mengalami pendapatan di atas rata-rata. Prioritas utama tidak harus dengan infrastruktur yang bagus tetapi sumber daya manusia-nya-lah yang harus diperbaiki dan didorong.

Baca Juga:  Lima Negara ASEAN Bahas Ekonomi Maritim dan Ketahanan Pangan di Makassar

Ia memaparkan strategi dan keunggulan Mamuju Utara sebagai kabupaten termaju di Sulawesi Barat yang mampu berkontribusi besar terhadap kemajuan provinsi baru itu, di sektor pangan. Mamuju Utara adalah sentral pertanian di Sulawesi Barat dengan komoditi terbesar yaitu kelapa sawit.

“Tantangan menjadi seorang Bupati adalah bagaimana kita untuk menyejahterakan rakyat. Sebagai seorang bupati yang menjabat, bagaimana mendorong kesejahteraan, kemandirian dan mengangkat martabat rakyat sehingga Matra semakin maju. Nah, itu yang saya lakukan mengangkat martabat petani dikarenakan Matra unggul di bidang perkebunan dan pertanian,” tandasnya. (Muh Seilessy/inipasti)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.