INIPASTI.COM, MAKASSAR- Rapat Evaluasi Program Tengah Tahunan 2017 – 2018 Universitas Muhammadiyah Makassar digelar selama dua hari dimulai, Jumat – Sabtu (30-31 Maret 2018) di Hotel Arthama Makassar.
Peserta rapat evaluasi dihadiri ketua, sekretaris dan bendahara BPH Unismuh Makassar, para wakil rektor, direktur akademik, direktur SDK dan direktur Humas, Protokol dan Kerjasama, ketua dan sekretaris lembaga LP3M,LP2AI, QA, LP2AIK, Bahasa, KUI dan ketua UPT-PMB.
Rektor Rahman Rahim, berharap rapat evaluasi program tengah tahunan 2017-2018 ini untuk melihat sejauh mana realisasi yang dicapai program yang sudah direncanakan selama enam bulan pertama.
“Kita ingin mengetahui program yang seharusnya sudah bisa dilaksanakan, tetapi belum dilaksanakan. Ini mau diketahui masalahnya sehingga kedepan program yang belum terlaksana bisa dituntaskan di akhir tahun,” tandas rektor.
Rektor juga berharap meskipun dalam rapat evaluasi program tengah tahunan 2017-2018 belum mencapai 100 persen, tetapi berharap di akhir tahun capaian program yang sudah direncanakan bisa tuntas 100 persen.
Rektor juga dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program strategis, pertama, meningkatkan kualitas produk unismuh, kedua, meningkatkan kualitas sumber daya, ketiga, peningkatan dan pembinaan kemahasiswaan dan alumni, keempat, pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan serta kelima, meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama.
Selain itu, yang juga menjadi program strategis rektor adalah memberdayakan dosen yang berpotensi kuliah di luar negeri, dengan memperkuat penguasaan bahasa asingnya. Dan ini Lembaga Bahasa punya tugas untuk mendata dosen yang berpotensi pendidikan di luar negeri. “Mereka-mereka ini kita akan gratiskan biaya kursusnya, agar bisa lolos pendidikan di luar negeri,” janji rektor.
Sementara, HM Darwis Lantik, yang mewakili BPH Unismuh, dalam kesempatan tersebut berharap dalam rapat evaluasi program tengah tahunan 2017-2018 Unismuh Makassar, telah mengingatkan program yang sudah lama diprogramkan yakni penyelesaian rumah sakit Muhammadiyah Unismuh mendapat perhatian, sehingga pada 2018 rumah sakit pendidikan Muhammadiyah Unismuh sudah bisa dimanfaatkan.-nasrullah-










