INIPASTI.COM, BEKASI – Pertarungan laga sengit antara PSM Makassar dan Persija Jakarta yang berakhir imbang dalam Liga 1 pekan 20 dengan skor 2-2, saat dihelat di Stadion Patriot Candabhaga, Bekasi, Selasa (15/8/2017).
Akan tetapi, laga tersebut itu diwarnai dengan keputusan wasit yang tidak konsisten yang menganulir gol ketiga dari William Jan Pluim yang dianggap handball, Sehingga tim ‘Juku Eja’ itu gagal meraih kemenangan lantaran poinnya dicuri wasit tersebut.
Juru taktik Juku Eja, Robert Alberts mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit asing yang belakangan dielu-elukan publik lantaran beberapa diantaranya sukses memimpin pertandingan di Liga 1.
“Dan kekecewaan terbesar dari saya, wasit yang didatangkan jauh dari sana tetap dibawah standar,” cetus Robert, Rabu (16/8/2017).
Selain itu, pelatih asal Belanda itu kesal dengan keputusan wasit lantaran Pluim dihadiai kartu kuning oleh wasit. “Padahal Pluim tak mengatakan sesuatu pada wasit,” tegasnya.
Robert pu sangat mengharapkan, pihak operator Liga dan PSSI lebih memikirkan penerapan wasit di Liga 1. Menurutnya, wasit asing bukanlah jalan keluar untuk membuat pertandingan liga di Indonesia berjalan lebih baik.
Akan tetapi, penerapan Video Replay yang sangat dibutuhkan di Liga 1 ini. “Seperti saya ungkapkan sebelumnya, kita hanya membutuhkan Video Replay. Sehingga kita bisa memutar rekaman jika ada sesuatu yang terjadi di lapangan,” bebernya.
“Saya percaya dengan 30 tahun lebih saya melatih sebuah klub, jika ada penerapan video replay akan semakin mendukung. Karena saya tahu permainan apa yang digunakan di sini. Kalau sistem itu digunakan, tentu hal tersebut tidak terjadi pada insiden tadi,” jelasnya.
Sementara itu, kapten Juku Eja, Hamka Hamzah menambahkan jika Pluim memang tidak hendball. Pasalnya, saat gol dari Pluim tercipta, ia berada tepat disamping Pluim.
“Dan gol ketiga dari PSM itu murni, tapi wasit menganulir. Padahal hanya terkena perut Pluim tapi wasit mengatakan handball,” pungkasnya.
(Ahadri/Inipasti)










