INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abd Wahid Thahir menegaskan akan menindak tegas travel haji dan umrah yang tidak mematuhi aturan. Ia pun mengusulkan sebuah pertemuan khusus dengan sejumlah pihak seperti Pemprov, DPRD Prov, Asosiasi Biro perjalanan Haji Dan Umrah, Imigrasi, OJK, Kepolisian dan sebagainya. Hal tersebut ia sampaikan di hadapan hadirin pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah AMPHURI (Asosiasi Muslim Haji dan Umrah Republik Indonesia) di Hotel Sheraton. Kamis, (19/1/2017).
“Bilamana masih ada travel yang main-main dan nakal-nakal, kami sarankan kepada aparat hukum untuk menindak tegas travel dan pemiliknya tersebut. Olehnya itu, kita juga harus mengadakan pertemuan khusus untuk membahas sejumlah persoalan dan merumuskan formulasi terbaik terkait penyelenggaraan dan pelayanan haji dan umrah, khususnya di Sulsel yang menurut data merupakan provinsi yang terbanyak jemaah haji dan umrahnya di Indonesia,” serunya.
Kakanwil Kemenag Sulsel ini juga mengingatkan kepada seluruh pelaksana haji dan umrah agar tetap berpegang pada prinsip. Prinsip itu pun menurutnya harus disosialisasikan secara massif ke masyarakat, khususnya umat Islam. Hal tersebut, lanjutnya, untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang sering muncul pada seputar pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
“Untuk seluruh anggota AMPHURI, kalian harus mengikuti seluruh aturan atau regulasi baik haji maupun umrah yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Jangan coba coba melanggar atau main-main dengan hal tersebut. Intinya sinergitas dan komunikasi dengan stake holder yang khusus mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah harus dijaga dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang menyampaikan bahwa pertanggal 19 Januari 2017 jumlah pendaftar Haji reguler di Sulsel berada di angka 108.600 orang. Belum lagi jumlah peminat ibadah umrah di Sulsel yang rata-rata 5000 jemaah perbulan. Menurutnya, hal tersebut yang menjadi salah satu faktor bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya. Ia pun mendukung Kakanwil Kemenag Sulsel, agar para pelaku ditindak tegas secara hukum.
“Terkait maraknya travel penyelenggara haji dan umrah yang nakal dan abal-abal, saya sepenuhnya mendukung agar para pelaku ditindak tegas saja, jangan beri ampun dan peluang lagi, mengurus tamu Allah saja pakai menipu, apalagi yang lain,” ujarnya.
Orang nomor dua di Sulsel ini juga menyampaikan obsesi dan harapannya untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang terbaik dalam hal penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia bahkan di dunia. Ia mengatakan bahwa hal tersebut bisa diwujudkan bilamana seluruh pihak bisa bersinergi dan berkoordinasi dengan baik serta saling mendukung. Tentunya, lanjutnya, tetap berada pada jalur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.










