INIPASTI.COM, MAKASSAR – Cuaca ekstrem harus dihadapi oleh Jemaah Calon Haji (JCH) di tanah suci. Baik di Madinah maupun di Mekkah, suhu cuaca dikabarkan mencapai 40-52 derajat celcius. Tim kesehatan haji PPIH Embarkasi Makassar pun senantiasa memberikan arahan agar JCH senantiasa mewaspadai cuaca yang sangat panas ini.
Imbauan serupa juga datang dari Wanda yang menjadi JCH Termuda Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tahun 2016 lalu. Pemilik nama lengkap Awanda Devi Novianti (20) ini telah merasakan panasnya matahari di Arab Saudi.
“Panas sekali di sana (Arab Saudi,red). Sangat berbeda cuaca di sana dengan cuaca di sini. Jadi memang butuh banyak minum air agar tidak dehidrasi. Intinya, harus setiap saat minum air,” ungkap Mahasiswi semester 4 Kedokteran Unismuh Makassar ini kepada tim inipasti.com, Jum’at, (3/8/2018).
Wanda juga mengaku selalu memakai masker agar wajahnya terhindar dari sengatan matahari. Di mana, saat ia menunaikan ibadah haji tahun 2016, usianya baru 18 tahun. Olehnya, ia juga menyarankan agar JCH senantiasa meminum vitamin dan banyak istirahat sebelum puncak ibadah haji.
“Kan di sana kalau mau melempar jumrah, harus jalan kaki. Jadi butuh tenaga juga, apalagi kalau mau pulang ke maktab lagi. Kalau wukuf kan kak biasanya jemaah di tenda, tapi panas cuaca, jadi memang harus banyak-banyak memang minum air putih saja biar tidak dehidrasi,” urai alumnus SMA Negeri 1 Pinrang ini.
Mengenai barang bawaan, anak sulung H Muh Tahang Garising ini mengatakan bahwa JCH harus selalu memperhatikan barang bawaannya. Apalagi, kata dia, di terowongan Mina saat hendak melempar jumrah.
“Kalau di terowongan, jaga-jaga tas saja. Karena tidak semuanya orang Indonesia toh, tapi seluruh dunia. Kita tidak tahu bagaimana karakter orang, karena teman hajiku dulu hilang barangnya di tas pas jalan di terowongan Mina karena banyak orang. Karena jemaah jalan mepet-mepet biasanya kalau banyak sekali orang,” sarannya.

Lebih jauh, Wanda juga membagikan tips jika saja nantinya JCH tersesat. Bagi yang masih muda, ia pesan agar memperhatikan JCH yang sudah lanjut usia (lansia). Karena JCH lansia, kata dia, biasa tertinggal dari rombongan.
“Perhatikan bendera karena biasanya ada itu yang pegang bendera. Terus pegang orang yang sudah lansia, karena biasa itu orang tua tidak lihat temannya atau tidak perhatikan bendera. Tapi biasanya, ada jg yang bawa toa untuk cari rombongannya,” tambahnya.
Terakhir, calon dokter ini berdoa agar seluruh jemaah haji Indonesia bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar. Ia juga berharap agar korban jiwa pada proses ibadah haji ini berkurang. Tentunya, lanjut dia, semua bisa pulang ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Aamiin ya Rabb…
ARTIKEL TERKAIT : Wanda Salah Satu Jemaah Calon Haji Termuda Polman
BACA JUGA : Guru MTs Manongkoki Jadi JCH Termuda Takalar, Ini yang Diminta. (Sule)










