Turki Beli Rudal AS, Lawan Pasukan Suriah yang Disokong Militer Rusia


INIPASTI.COM, JAKARTA- Setelah menewaskan dua tentara Turki dan lima tentara lainnya luka-luka akibat serangan udara pada Kamis. Serangan dilakukan oleh pasukan Suriah. Kini, Pemerintah Turki dilaporkan akan membeli rudal Patriot milik Amerika Serikat (AS).

Kabarnya Rudal tersebut akan digunkan di wilayah perang di Barat Laut Suriah. Ini untuk membendung pasukan Suriah yang disokong militer Rusia.

Inline Ad

Hulusi Ankar (Menteri Pertahanan Turki) mengatakan tidak mau bersiteruh dengan pihak militer Rusia. “Kami tidak memiliki niat untuk berhadapan dengan Rusia,” katanya dikutip AFP, Jumat (21/2/2020).

Lebih lanjut, Dia mengklaim akan dibantu oleh AS. “(Namun) ada ancaman serangan udara, rudal, ke negeri kita (Turki) … Mungkin (Turki) akan didukung Patriot (rudal buatan AS).”

Baca Juga:  Rekor Baru Ronaldo Pada Piala Dunia 2018

Sebelumnya, Turki sempat membeli sistem pertahanan Rusia S-400. Negeri itu mungkin mendapat kecaman dari AS.

“Kami adalah mitra dalam program ini,” katanya lagi merujuk program jet tempur lain AS F-35, di mana Turki pernah di dalamnya sebelum akhirnya dikeluarkan karena membeli senjata Rusia.

Diketahui, perang Suriah sudah terjadi sejak 2011 lalu. Awalnya bertikai rezim Bashar al-Assad dan massa anti pemerintahannya, termasuk ISIS.

Turki terlibat dan mendukung massa kontra Assad didukung oleh Turki di provinsi barat laut Idlib Suriah. Kemudian karena permintaan Assad, Rusia mengirim jet tempur Su-24 Fencer untuk melakukan serangan udara.

Kementerian Pertahanan Turki menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan udara yang menewaskan pasukannya namun Su-24 Rusia juga ikut bertanggung jawab.

Baca Juga:  #16 – Feodor I dari Russia (Ivan IV Vasliyevich)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sebanyak 900.000 warga Suriah harus mengungsi akibat terjadinya perang antara militer Suriah dengan kelompok pemberontak anti Assad sejak Desember 2019 lalu. 

Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB mengatakan, sekitar 6,5 juta orang di Suriah tidak dapat memenuhi kebutuhan makanan mereka. Mereka juga harus mengungsi ke Turki, namun hingga kini negara tersebut enggan menerima lantaran sudah ada sekitar 3,7 juta warga Suriah di wilayahnya.

(Dhirga Erlangga)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.