INIPASTI.COM, Makassar, 05/10/21 – Setelah sebelumnya menyelenggarakan sosialisasi dan Grand Launching Single Submission Joint Inspection Quarantine Customs (SSMQC), hari ini Karantina Pertanian Makassar dan Bea Cukai Makassar lakukan uji coba perdana implementasi Pilotting SSm Joint Inspection dalam rangka membentuk National Logistics Ecosystem (NLE) di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Pemeriksaan bersama perdana Karantina – Bea Cukai tersebut dilakukan di Terminal Petikemas Soekarno-Hatta (TPS), Makassar.
Sebanyak 1 kontainer ukuran 20 High Cube (HC) yang berisi Choline Chloride sebanyak 17.000 kg berasal dari China menjadi barang impor pertama yang mendapat pemeriksaan bersama (Joint Inspection) Karantina – Bea Cukai.
Selama ini pemeriksaan terhadap barang impor dilakukan secara masing-masing baik oleh Karantina maupun Bea Cukai , di waktu dan tempat yang berbeda.Pelaksanaan pemeriksaan seperti ini, mengakibatkan pemilik barang impor harus melakukan pemindahan dan membuka container dua kali.
Dengan adanya Pemeriksaan bersama ini, petugas dari Karantina dan Bea cukai dapat melakukan pemeriksaan pada tempat dan waktu yang sama.
Implementasi Pilotting SSm Karantina – Bea Cukai ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dimana pemerintah telah memberikan instruksi kepada para Menteri, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan para gubernur untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melaksanakan penataan ekosistem logisitik nasional.
Implementasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi seluruh pelabuhan di Indonesia untuk memangkas angka dwelling time yang berimbas memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer sehingga membuat iklim usaha dan investasi semakin baik…
#joininspection
#karantinapertanianmakassar










