INIPASTI.COM, MAKASSAR – Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Menjelang hari besar tersebut, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai mematangkan berbagai persiapan, khususnya untuk pelaksanaan salat Idul Adha.
Panitia Hari Raya Idul Adha Unismuh menggelar rapat koordinasi di Sekretariat BEM, Kamis (16/4). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Panitia, Dr. Drs. Abd. Munir, M.Pd., didampingi Sekretaris Azlam Rasyid, serta dihadiri jajaran panitia dan BEM Subulussalam Al-Khoory.
Dalam rapat itu, pelataran kampus ditetapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan salat Idul Adha. Area ini dinilai representatif karena mampu menampung ribuan jemaah. Meski demikian, panitia tetap menyiapkan lokasi alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk atau lonjakan jumlah jemaah, sebagaimana yang terjadi pada Idul Fitri sebelumnya.
“Pelataran kampus menjadi pilihan utama karena daya tampungnya besar. Namun, kami tetap menyiapkan opsi cadangan untuk memastikan pelaksanaan salat berjalan lancar,” ujar Abd. Munir.
Selain fokus pada pelaksanaan salat, panitia juga membahas teknis penyembelihan hewan kurban.
Lokasi yang selama ini digunakan tempat penyembelihan hewan kurban di belakang gedung Rusunawa tidak lagi tersedia karena telah berdiri beberapa bangunan baru. Sejumlah alternatif pun diusulkan, salah satunya area di belakang masjid (tempat parkir) yang dinilai lebih mudah dibersihkan karena dekat dengan pembuangan air.
Namun, keputusan final terkait lokasi penyembelihan masih menunggu arahan pimpinan kampus. Panitia berencana segera berkoordinasi dengan rektor untuk mendapatkan persetujuan.
“Dalam waktu dekat kami akan menghadap rektor untuk meminta arahan terkait lokasi yang paling tepat,” tambahnya.
Setelah rapat panitia juga langsung membuka pendaftaran hewan kurban bagi dosen dan karyawan. Selain itu, masyarakat umum juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban.
Untuk tahun ini, harga sapi diperkirakan mengalami sedikit kenaikan, yakni berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp16 juta per ekor, atau sekitar Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta per orang.
Panitia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali setelah dilakukan survei harga di lapangan.










