INIPASTI.COM, MAKASSAR – Secara nasional Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan target sasaran pemerintah pusat dalam program upaya khusus (Upsus) Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab). Dan untuk mencapai target tersebut dibutuhkan dukungan penuh pemerintah provinsi, kabupaten maupun kota.
Demikian Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Dr Ir Nasrullah MSc, yang juga penanggung jawab program Upsus Siwab di Provinsi Sulsel dan Sulbar, kepada inipasti.com, di Hotel Sahid Makassar, Kamis (8/12/2016).
Alumni S3 Universitas Kagoshima, Jepang 2003 ini, hadir di Makassar dalam rangka membuka sekaligus memberikan materi dalam rapat koordinasi Upsus Siwab, yang diikuti para kepala Dinas Peternakan dan kepala bagian lingkup Peternakan, serta para tenaga inseminator se-Sulsel dan Sulbar.
Nasrullah mengatakan, mendapat tanggung jawab sebagai supervisi dan pendamping Upsus Siwab di dua provinsi yakni Sulsel dan Sulbar berdasarkan SK Menteri Pertanian RI, pada tanggal 10/10/2016. Program Upsus Siwab ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi potong, sapi perah dan kerbau di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan ini, maka pemerintah akan mengoptimalkan inseminasi buatan di kabupaten dan kota di Indonesia, untuk mempercepat pertambahan populasi ternak di Sulsel dan Sulbar. Juga meningkatkan populasi mutu genetik ternak (sapi potong, sapi perah, dan kerbau).
“Ini pertarungan harga diri insan peternakan untuk menjawab swasembada pangan khususnya dalam memenuhi swasembada daging di Indonesia,” tandas Nasrullah.
Agar mutu anak sapi yang dihasilkan punya skor atau kondisi tubuh yang bagus, maka pemerintah juga memperhatikan pakan yang berkualitas, agar asupan nutrisi pada sapi bunting atau pada saat menyusui nutrisinya terpenuhi.










